Pilih Kaya Atau Miskin?

Renungan Senin 25 November 2019

Bacaan: Dan. 1:1-6,8-20; MT Dan. 3:52,53,54,55,56Luk. 21:1-4

Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya. (Lukas 21:4)

Pernahkah Anda berdoa kepada Tuhan minta supaya menjadi kaya? Pernah ada seseorang yang bercerita kepada saya, saat menikah dia berjanji akan mempersembahkan 10% dari gajinya kepada Tuhan. Pada saat itu gajinya 2 juta, sehingga 200 ribu dia sisihkan untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Waktu terus berlalu, di tahun ke-3 pernikahannya, anak pertamanya lahir, gajinya naik menjadi 5 juta artinya 10% dari gajinya naik menjadi 500 ribu. Dari 200 ribu menjadi 500 ribu rupiah ini rasanya berat. Sayang kalau harus 500 ribu dipersembahkan, dia sempat kecewa dan berat hati untuk menaikkan persembahannya. Rasa cinta terhadap uangnya sempat membuatnya mempunyai niat untuk tidak mempersembahkan 10% dari gajinya.

Harta kekayaan bisa mengubah seseorang menjadi pelit, kesombongan bisa muncul karena merasa kekayaan itu didapat dari usahanya sendiri. Sehingga banyak orang berusaha sekuat-kuatnya untuk mencari harta dan kekayaan, bahkan rela melepaskan imannya demi harta dan kedudukan. Hari ini Tuhan Yesus mengingatkan kita melalui injil-Nya, untuk tidak terikat dengan harta kekayaan duniawi. Kita belajar dari seorang janda miskin yang juga memberi persembahan, janda ini tidak memberikan dari kelebihannya, melainkan memberikan seluruh nafkahnya. Dalam hal ini janda miskin tersebut memberikan segalanya, bahkan mempertaruhkan hidupnya kepada Tuhan. Benar sabda Tuhan yang mengatakan “Lebih mudah seekor onta masuk lubang jarum daripada seorang kaya masuk kerajaan sorga”. Bukannya berarti kita tidak boleh menjadi kaya, tetapi janganlah kita terikat pada kekayaan kita.

Untuk itulah kita perlu berjuang seperti kisah Daniel dalam bacaan pertama. Daniel berjuang menjaga kesucian, dan berusaha dengan keras untuk tetap setia pada ketetapan Tuhan. Marilah kita berusaha untuk tetap setia kepada Tuhan dan mempersembahkan seluruh aspek hidup kita untuk kemuliaan Tuhan.

Tuhan Yesus yang baik, engkau menghendaki agar kami setia kepada-Mu melebihi apapun. Kuatkanlah kami untuk tetap setia kepada panggilan kami masing-masing sesuai kehendak-Mu, sebab engkaulah Tuhan pengantara kami. Amin. (FXG)