Panggilan Untuk Melayani

Renungan Selasa 5 November 2019

Bacaan: Rm. 12:5-16aMzm. 131:1,2,3Luk. 14:15-24

Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku. (Lukas 14:24)

Alkitab mengatakan bahwa setiap orang yang ditebus oleh darah Yesus, bukan milik mereka sendiri tetapi telah menjadi milik Tuhan. Mereka harus hidup untuk kemuliaan Tuhan; harus hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi bagi kepentingan Tuhan yang telah mati baginya. Jadi setiap orang Kristen; anak Allah itu adalah hamba Tuhan. Itulah sebabnya setiap kita harus memiliki peranan untuk melayani Tuhan atau hidup dalam Misi Tuhan melalui panggilan kita masing-masing di tempat di mana kita berada.

Melayani Tuhan itu haruslah timbul dari hati orang yang menyadari bahwa hidupnya telah ditebus dan diselamatkan oleh Kristus, sehingga ia memiliki kerinduan yang besar untuk membalas kasih Tuhan dengan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan; menundukkan diri pada otoritas dan kehendak-Nya. (Mzm. 131:1-3)

Bagaimana respon kita terhadap panggilan untuk melayani ini? Panggilan itu berkenaan dengan respon terhadap tanggung jawab kita kepada Tuhan untuk hidup dalam misi atau pelayanan-Nya. Maka kita harus menemukan tempat masing-masing di mana kita bisa mengabdi kepada Tuhan. Ingat! Kita itu seperti bagian dari anggota tubuh (Rm. 12:5). Untuk menggenapi rencana Allah, Tuhan menempatkan setiap kita pada tempat kita yang khusus; setiap kita masing-masing pasti memiliki panggilan yang khas/khusus. Ada yang menjadi pedagang, pegawai, akuntan, dokter dan lain sebagainya. Dengan demikian profesi yang kita sandang, itu menjadi tempat di mana kita melayani Tuhan sebagai hamba-Nya. Kita harus meresponnya dengan seluruh hidup kita sehingga kita dapat bertumbuh secara dewasa dalam kerohanian. Jangan pernah berkata, “Aku tidak mampu!” sebab setiap kita yang telah dipanggil Tuhan untuk melayani pekerjaan-Nya pasti telah diberikan karunia untuk dapat melayani pekerjaan-Nya (Rm. 12:6-8).

Sayangnya, di masa sekarang ini ada saja alasan atau dalih yang dikemukakan oleh sebagian besar orang Kristen untuk menghindari diri dari pelayanan: sibuk, tidak ada waktu, atau nanti sajalah menunggu waktu yang tepat. Kapan itu? Ada juga yang terpaksa melibatkan diri dalam pelayanan karena didasari rasa sungkan. Atau ada pula yang melayani Tuhan kalau ada sisa waktu dari padatnya jadwal kesehariannya; biasanya berkaitan dengan harta milik, pekerjaan atau keluarga (Luk. 14:18-20).

Sahabat, panggilan keselamatan melalui Tuhan Yesus seringkali juga mengalami penolakan. Dunia dengan segala kemegahan dan daya tariknya yang semu seringkali menjadi alasan untuk menolak-Nya. Apakah kita peduli dengan mereka yang terhilang? Inilah panggilan Tuhan bagi kita. Semoga kita pun tidak menolak atau menunda panggilan untuk melayani ini dengan berbagai alasan.

Doa : Ya Tuhan, mampukanlah kami agar tetap setia menjawab panggilan-Mu untuk berbuat kasih. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin. (FHM)