Nasihat Yesus Kepada Murid-Nya

Renungan Senin 11 November 2019

Bacaan: Keb. 1:1-7Mzm. 139:1-3,4-6,7-8,9-10Luk. 17:1-6;

Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. (Lukas 17:2)

Melalui Injil ini Tuhan Yesus memberi nasihat kepada murid-muridNya agar mereka senantiasa mawas diri. Mereka diminta supaya jangan sampai ada yang berkedok iman untuk menyesatkan orang lain yang lemah, jangan sampai ada yang memutarbalikan kebenaran. Kalau hal itu terjadi, dengan tegas Tuhan Yesus menyatakan lebih baik baginya jika sebuah batu kilang diikatkan pada lehernya, lalu diceburkan ke dalam laut.

Orang yang beriman tidak akan mau menyesatkan orang lain karena iman yang sejati adalah kesediaan untuk mengampuni tanpa syarat. Iman memampukan kita untuk hidup dalam semangat cinta kasih, pengampunan dan kerendahan hati. Tuhan Yesus memberikan nasihat yang jelas kepada kita agar kita hidup di dalam iman, iman akan Allah Bapa Tritunggal Maha Kudus, yang mengarahkan kita untuk sanggup melakukan kebaikan-kebaikan dan mewartakan kebaikan itu dalam hidup bersama.

Iman yang kuat adalah kunci bagi kita agar kita terbebas dari skandal-skandal yang menyesatkan orang lain, dan memampukan kita untuk mengampuni sesama kita tujuh puluh kali tujuh, mengampuni sesama tanpa batas, tanpa syarat. Itulah harapan Tuhan Yesus kepada setiap orang yang mengimani Dia.

Sahabat-sahabatku, Tuhan Yesus adalah sumber kasih sejati yang selalu membalas kebaikan-kebaikan dengan rahmat yang melimpah. Marilah kita senantiasa mensyukuri atas segala rahmat dan anugerah yang telah kita terima. Marilah berbagi pada sesama yang membutuhkan. Semoga berkat tuntunan Roh Kudus kita mampu menjadi pelayan-pelayan Kristus yang baik. Amin. (TFK)