Masa Depan Tidak Ada Yang Tahu

Renungan Kamis 21 November 2019, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Dipersembahkan Kepada Allah

Bacaan: 1Mak. 2:15-29Mzm. 50:1-2,5-6,14-15Luk. 19:41-44

Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. (Lukas 19:42)

Satu saat, ketika saya masih usia SMP, saya diajak kerabat dekat ke suatu tempat. Tempat ini sering saya dengar dan bagi saya tempat ini mengundang rasa penasaran yang luar biasa. Saat usia SMP-SMA, saya sangat menyukai yang namanya ramalan, mulai dari bintang, shio, weton dan lain-lain. Alasan saya adalah karena bisa melihat ke depan sebelum saya mengalaminya. Tempat yang akan kami kunjungi, ternyata pas sekali dengan apa yang saya jalan, yaitu sebuah gunung di daerah Kabupaten Malang.

Tempat ini bisa dikatakan surganya orang meramal. Sesampai di tempat tersebut, saya melihat banyak fenomena yang menarik bagi saya, yaitu banyak orang yang ingin tahu masa depannya. Selebihnya dari itu, suasana tidak ubahnya seperti di mal, ramai.

Puji Tuhan, rasa penasaran saya akan masa depan lama-lama sirna setelah saya menyerahkan hidup saya untuk diubah oleh Tuhan Yesus. 

Injil hari ini berbicara tentang kota Yerusalem, suatu kota yang luar biasa. Kota di mana Bait Allah berdiri dengan megahnya. Kota yang megah ini kelak menjadi saksi kehidupan dan kematian Tuhan Yesus. Tuhan sebagai pemilik kehidupan, tahu betul apa yang akan terjadi pada diri-Nya di kota Yerusalem ini. Juga bagaimana kelak kota megah ini luluh lantak dan nyaris tak bersisa.

Sahabat terkasih, semua orang selalu berangan-angan untuk bisa mempersiapkan hari esoknya dengan sebaik-baiknya, dengan menabung sebanyak mungkin, berinvestasi yang terus bertumbuh, dengan berolahraga, menjaga kesehatan dan mengatur pola makan, memiliki polis asuransi dengan limit yang tak terbatas, menyekolahkan anak di sekolah terbaik, yang semuanya itu positif atau bahkan dengan cara-cara yang negatif, salah satunya adalah yang pernah saya lakukan, menggantungkan hidup pada ramalan. Hari ini kita diingatkan, semua yang kita anggap penting, belumlah tentu yang berguna bagi hidup kita. Lukas 19:42  kata Yesus: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.”

Sebaik-baiknya manusia merencanakan masa depannya, tetaplah dia bukan pengambil keputusan akan apa yang akan terjadi. Ada Tuhan di atas segala rencana kita.

Mari sahabat, percayakan hidup kita hanya kepada Tuhan Yesus. Tuhan yang pernah turun ke dunia sebagai manusia, Dia tahu rasanya bagaimana yang namanya menderita, dikhianati, dihina, disiksa bahkan telah mati mendahului kita semua. Tuhan hang sama adalah Tuhan yang menjanjikan hari depan yang penuh pengharapan dan bukan kecelakaan. Tuhan yang sama yang telah menyiapkan tempat terbaik bagi kita di sisi-Nya. Tidak ada pribadi lain yang lebih mengenal kita dan bahkan tahu hari depan kita selain daripada Tuhan Yesus.

Ayo, percayakan masa depanmu pada Tuhan Yesus dan Ia akan menjadi sumber kekuatanmu. Tuhan Yesus memberkati. (BVJSW)