Dari Beban Menjadi Kebutuhan

Saya mendaftar di Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP) St. Yohanes Penginjil Surabaya dengan keinginan diri sendiri. Jenjang apa saja saya tidak mengetahui. Saya hanya berharap dengan masuk di SEP saya bisa memahami firman Tuhan lebih baik.

Setelah mendaftar saya malah merasa bimbang apa benar saya harus di tempat ini. Karena saya pribadi tidak merasa mempunyai permasalahan rohani yang serius, saya merasa cukup dengan aktivitas saya untuk ke gereja dan persekutuan doa.

Pada saat mulai pembelajaran, saya merasa salah masuk, di mana dalam pekerjaan saya masih ada kesibukan yang harus dikerjakan. Saya juga merasa orang yang di sini adalah orang-orang yang akan jadi pengajar atau sejenisnya, sedangkan saya tidak ada keinginan untuk ke sana.

Seiring dengan berjalannya waktu dalam pembelajaran saya malah merasa banyak kewajiban saya sebagai seorang Katolik yang tidak saya lakukan. Selama ini saya yang merasa sudah cukup dengan kehidupan rohani saya, sekarang menjadi malu. Itulah titik tolak saya untuk menjadi semakin rindu akan kasih Yesus. Kasih yang saya dapat dari Yesus tidak boleh berhenti di saya, suatu kewajiban saya untuk memperbaiki hidup saya supaya hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Orang yang paling merasakan perubahan kehidupan saya adalah pasangan hidup saya di mana saya lebih memaknai kasih yang kami terima. Tugas yang diberikan yang seakan-akan menjadi beban terasa bukan beban karena semua itu adalah dampak dari perubahan sikap saya yang mau lebih mengenal Yesus dengan lebih baik, terutama merasakan kasih-Nya yang tak pernah tinggalkan saya. Terasa berat di awal karena belum terbiasa tapi berjalan waktu merupakan suatu kebutuhan akan kedekatan dengan Tuhan.

Saat ini saya tidak merasa salah tempat, malahan ingin melanjutkan ke kelas-kelas berikutnya. 

Tang Wing Chiang
SEP kelas ME Angkatan XXXII