Berkarya Bersama-Nya

Renungan Sabtu 30 November 2019, Pesta St. Andreas

Bacaan: Rm. 10:9-18; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 4:18-22

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Matius 4:19)

Injil hari ini mengingatkan kita akan panggilan istimewa yang telah kita terima, yaitu panggilan untuk menjadi murid-Nya.

Mari kita lihat, betapa istimewanya hal itu dalam injil hari ini.

1. Yesus melihat (Mat. 4:18)

Saat kedua murid-Nya yang pertama, yaitu Simon dan Andreas, sedang bekerja mencari nafkah, Yesus melihat keduanya. Yesus saat itu bukan hanya melihat sekilas pandang, tetapi Ia melihat bahwa ada hal istimewa yang terdapat dalam diri kedua-Nya.

Demikian juga Yesus saat melihat kita di tempat kerja, Ia memanggil dan melihat bahwa ada hal istimewa yang ada dalam diri kita. Ia mengasihi kita lebih dari yang dapat kita bayangkan. Yesus tidak hanya memandang kelemahan dan kerapuhan kita, Ia terus memandang kita karena kita adalah anak-anak-Nya.

2. Yesus memanggil (Mat. 4:19)

Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku…”

Ayat ini bila kita renungkan, nampak jelas bahwa tidak ada pemaksaan dalam panggilan menjadi seorang murid Yesus. Meskipun menjadi murid Yesus adalah hal baik, menjadi penjala manusia dan kelak juga masuk dalam Kerajaan Sorga adalah hal yang baik juga, Yesus tidak memaksa karena Ia sangat menghargai kehendak bebas kita.

3. Yesus memberi visi (Mat. 4:19)

“…dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”

Tidak seorang pun dapat menggerakkan hati orang lain untuk bertobat atau semakin dekat dengan Allah, melainkan hanya Roh Kudus yang dapat. Namun dari perkataan Yesus ini, meskipun kita tidak memiliki kuasa menjala hati manusia, Ia sangat rindu agar kita turut bekerja dalam karya-karya-Nya. Ia rindu agar kita berjalan bersama-Nya dalam karya keselamatan yang Ia kerjakan bagi seluruh umat manusia.

Satu hal yang perlu kita renungkan adalah, maukah kita terus berkarya bersama-Nya? (FSJ)