Menuntut Tanda

Renungan Senin 14 Oktober 2019

Bacaan: Rm. 1:1-7Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4Luk. 11:29-32

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. (Luk. 11:29)

Hari ini Injil mengisahkan Yesus sedang berada di tengah-tengah kerumunan orang Farisi dan ahli Taurat yang meminta “tanda” kalau Ia benar- benar seorang Mesias. Mereka menuntut Yesus mengadakan mukjizat atau tanda yang mengagumkan untuk meyakinkan mereka. Yesus menolak memberikan tanda yang mereka minta karena Yesus sungguh mengenal hati mereka yang hanya ingin mencobai Yesus, tanpa ada keinginan serius untuk benar-benar bertobat dan percaya pada-Nya. Bahkan Yesus mengatakan bahwa angkatan ini adalah angkatan yang jahat.

Angkatan yang jahat ternyata masih terjadi pada saat ini. Berapa banyak dari kita yang mengaku orang beriman ternyata hanya mencari tanda mukjizat Yesus semata. Tidak salah mengharapkan mukjizat dan memang Yesus mampu untuk melakukannya. Tetapi yang Yesus inginkan bukanlah dicari dan dikagumi karena kemampuannya dalam memberi mukjizat melainkan Yesus ingin kita percaya bahwa Ia adalah juru selamat hidup kita, yang sungguh amat mengasihi kita dan ingin kita membalas cinta-Nya dengan sepenuh hati.

Seringkali hati kita berpaling pada saat merasa Yesus tidak peduli pada doa-doa yang kita panjatkan. Padahal Yesus selalu ada untuk kita dan selalu menyapa kita setiap hari, hanya karena kesibukan dan kurang peka maka kita tidak menyadari tanda-tanda penyelenggaraan kasih-Nya dalam hidup kita.

Maka marilah kita jalankan 5 jari roda kehidupan kristiani secara seimbang yaitu doa, baca firman, sharing iman, komunitas dan pelayanan supaya kita mampu melihat tanda kasih Tuhan dalam hidup ini.

Doa: Ya Allah, kami bersyukur punya Bapa yang panjang sabar dan pengasih seperti Engkau. Tanpa kami sadari kami sering menjadi bagian dari angkatan yang jahat ini. Namun Engkau selalu memberikan kesempatan kami untuk memperbaiki diri. Terangi kami dengan Roh Kudus  supaya kami jangan tegar tengkuk dan selalu mencari-cari tanda kehadiran-Mu lagi, melainkan dapat sungguh percaya bahwa Engkaulah Bapa yang menyelenggarakan kehidupan kami senantiasa. Amin. (VLD)