Mengenali dan Memperhatikan Tanda-Tanda

Renungan Jumat 25 Oktober 2019

Bacaan: Rm. 7:8-25aMzm. 119:66,68,76,77,93.94Luk. 12:54-59

Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? (Luk. 12:56-57)

Seberapa pekakah diriku, sebagai pengikut Kritus, dalam membaca tanda-tanda dan peringatan? Yesus berharap murid-murid-Nya mampu membaca dan memahami tanda-tanda zaman (signs of the times)!  Seperti pelaut dan petani, mereka sangat paham betapa pentingnya memperhatikan keadaan cuaca agar dapat berlayar dengan aman dan menanam pada waktu yang tepat. Dengan bantuan kemajuan dan kecanggihan ilmu pengetahuan serta teknologi saat ini, banyak hal yang bisa dilakukan untuk memprakirakan dan memilah-milah potensi terjadinya bencana alam, misalnya badai tropis, angin topan, banjir, tornado, gempa bumi, dan letusan gunung berapi, sehingga orang dapat mengerti peringatan yang disampaikan untuk mencari perlindungan ke tempat yang aman saat bencana semakin mendekati kenyataan.

Aku sering berpikir dan membayangkan, bisakah kecanggihan ini diaplikasikan juga untuk pertumbuhan dan perkembangan iman diriku? Jika para petani belajar dari pengalaman hidup, para pelaut belajar dari sekolah dan pengalaman hidup – nah, bagaimanakah aku belajar untuk peka terhadap tanda dan peringatan yang kuhadapi sebagai tantangan perkembangan imanku?

Kerajaan Allah dan kuasanya yang mengubah hidupku.

Salah satu bab dari bahan pengajaran di kelas Misi Evangelisasi (ME) yang pernah aku persiapkan, membuatku semakin yakin bahwa aku mampu dan harus mampu untuk terus bertumbuh dan berkembang dalam imanku karena Allah sendiri hadir di dalam aku dan terus memperbaiki hidupku. Aku menyadari bahwa aku harus bisa untuk belajar tenang memperhatikan sekitarku, kemudian melakukan pemeriksaan spiritual maupun moral jika tidak ingin tersandung krisis rohani dan moral.

Aku meyakini Tuhan senantiasa hadir dalam hidupku dan tak henti menawarkan kebenaran kerajaan-Nya, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Rom. 14:17). – Tetapi semua ini akan hilang ini ketika aku membuka celah untuk masuknya dosa dan mengelak untuk memperbaiki kesalahan, bahkan menjauhkan diri dari Tuhan.

Tanda-tanda apa yang harus kuperhatikan dalam perjalanan hidup dan kehidupan rohaniku? 

Yesus membebaskan kita dan juga memenuhi kita dengan Roh Kudus

Kita semua memerlukan belas kasih, rahmat dan perlindungan Allah. Bagiku pribadi, Tuhan Yesus adalah dokter yang menyembuhkan, sahabat yang memulihkan dan membebaskan yang selalu siap untuk membebaskan diriku dari semua kecenderungan berbuat dosa melalui pikiran, tindakan dan perkataan. Jika saja aku berani menyerahkan seluruh hidupku kepada-Nya, maka Yesus akan memenuhiku dengan Roh Kudus serta memberikan aku hati yang baru, pikiran yang dipenuhi dengan kebenaran, kasih dan kebaikan. Sudah siapkah aku menyerahkan diriku sepenuhnya kepada Dia – dan menerima segalanya dari Dia? 

Di kala aku masih meragukan kemampuanku untuk berserah, Tuhan sekali lagi mengirimkan tanda dan peringatan akan panggilan-Nya melalui sebuah lagu, “Aku Siap Tuhanku” yang menginspirasi diriku untuk tidak lagi ragu menyerahkan segalanya kepada Tuhan Yesus.

Tanpa ragu lagi, aku mengambil keputusan, bahwa aku menginginkan damai sejahtera dan sukacita abadi bersama Allah, maka aku mengizinkan Tuhan Yesus untuk mengubah semua aspek kehidupanku, rumah tangga, pekerjaan dan relasiku, juga semua yang kumiliki sehingga Yesus dapat menjadi satu-satunya Tuhan dan Penyelenggara kehidupan.

Doa: Tuhan Yesus, penuhi hati kami dengan cinta kasih-Mu, dan bebaskan kami dari semua hal yang menjauhkan kami dari Engkau, menghambat kami untuk melakukan kehendak-Mu. Ubahkan diri kami, hati dan pikiran kami sehingga kami mampu membedakan mana yang benar dan memilih hal yang baik dan berkenan kepada-Mu. Amin. (MM)