Keyakinan Iman

Renungan Kamis 31 Oktober 2019

Bacaan: Rm. 8:31b-39Mzm. 109:21-22,26-27,30-31Luk. 13:31-35

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:38-39)

Kalau kita berpikir bahwa setiap orang yang hidup di dalam Tuhan Yesus itu akan bebas dari masalah, maka kita pasti keliru. Paulus dengan jelas menegaskan bahwa hidup orang percaya tidak steril dari penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya dan kematian.

Hidup memang tidak mudah. Kita tidak sedang piknik di dunia ini, serta menjadi turis, tetapi kita sedang berperang. Peperangan itu sendiri tidak ringan, juga bukan sekedar fantasi. Lawan kita justru musuh yang sangat tangguh. Lawan kita bukan hanya manusia biasa, bukan darah atau daging. Kita sedang melawan tipu daya iblis yang licik. Iblis kaya dengan pengalaman terhadap begitu banyak orang. Kalau Adam dan Hawa bisa tertipu – juga Salomo yang paling bijak – kita pun juga bisa jatuh dalam tipu dayanya.

Puji Tuhan. Betapa pun kerasnya peperangan kita, ada jaminan yang luar biasa. Kita tidak dibiarkan berperang sendiri, Allah berada di pihak kita.

Lebih daripada itu, Dia telah memberikan yang terbaik dan termahal, yakni Anak-Nya sendiri. Pernahkah kita menyadari bahwa dengan menerima Tuhan Yesus ke dalam hidup kita, maka Allah juga telah menyerahkan segalanya. Sekali lagi, dengan bahasa retorik, Paulus berkata: “Ia, yang tidak menyayangkan anak-Nya sendiri… bagaimana mungkin Dia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita?” Bahkan, kalau kita bersalah karena tidak ada manusia sempurna – oleh karya penebusan Yesus yang sudah Dia selesaikan secara tuntas di Kalvari – kita sudah dibenarkan. Yesus Kristus siap menjadi pembela kita.

Artinya Tuhan menjamin keselamatan hidup kita, orang-orang yang meletakkan hidup dan masa depannya ke dalam tangan-Nya. Kuasa mana yang bisa bertahan menghadapi Allah kita yang Mahakuasa? Inilah kesadaran dan keyakinan iman kita orang-orang yang selalu bersandar dan berharap kepada-Nya. Dalam keyakinan seperti inilah kita menjadi tenang menghadapi hidup ini dengan segala macam persoalan. Ketenangan itulah yang kita perlukan di dalam hidup ini, karena membuat kita bisa berdoa dan terus memuji Tuhan serta merenungkan firman-Nya.

Sehingga bersama Paulus kita bisa berseru, “Sebab Aku yakin tidak ada sesuatu apa pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita!” Inilah modal terbesar kita dalam  mengarungi hidup di dunia dengan segala persoalannya.

Doa: Ya Bapa, mampukan kami memiliki keyakinan iman seperti Paulus dalam menghadapi keadaan dunia yang semakin tidak menentu ini. Buat kami semakin percaya akan janji-Mu: bahwa penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya atau pedang tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Sebab Tuhan adalah kekuatanku, Tuhan adalah perisaiku, Tuhan adalah benteng hidupku, aleluia – Amin. (JHJ)