Allah Pemberi dan Penopang Hidup Kita

Renungan Senin 28 Oktober 2019, Pesta St. Simon dan St. Yudas

Bacaan: Ef. 2:19-22Mzm. 19:2-3,4-5Luk. 6:12-19

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. (Efesus 2:19-20)

Saat saya melihat video BTP yang tanpa jabatan apa-apa duduk sebagai tamu kehormatan di tengah keluarga Presiden Jokowi, ada sesuatu yang menyentuh hati saya. BTP yang sudah mengalami masa dan perlakuan yang pahit di masa lampau, tanpa diperbolehkan adanya campur tangan Presiden Jokowi di masa lalunya, bahkan sempat dipenjara, telah diundang dan duduk dalam jajaran keluarga Presiden terpilih, yang juga pernah mengalami masa pahit difitnah dan dihina. Sungguh menyentuh hati saya melihat wajah BTP dan Presiden tersenyum penuh kasih saat mereka berjabat tangan, memancarkan sukacita dan tanda persahabatan yang tulus di antara mereka.   

Saat saya merenungkan Efesus 2:19-20, saya teringat peristiwa di atas. Saya bersyukur telah terpilih sebagai anggota keluarga Allah, di mana Yesus sebagai batu penjuru. Bahkan saya boleh ambil bagian pada bangunan yang rapi tersusun, menjadi Bait Allah yang kudus tempat kediaman Allah dalam Roh. Sukacita karena Allah boleh selalu ada dalam hati saya.

Dalam Injil Lukas 6:12, Yesus mengajar saya dengan memberi teladan untuk berdoa dan mencari kehendak Bapa sebelum melakukan sesuatu yang besar, yaitu sebelum Yesus memanggil murid-muridnya. Sepertinya Yesus selalu berkomunikasi dengan Bapa-Nya. Menggelitik hati saya, adakah saya menempel juga pada pokok anggur yang benar, ataukah ego saya, agar bergaunglah kasih-Nya di seluruh dunia.

Doa: Tuhan ampunilah saya, yang kurang mengucap syukur dalam segala keadaan. Mampukanlah saya bersabar, dan anugerahkanlah kerendahan hati pada saya, sehingga hanya ucapan syukur saja yang boleh saya ucapkan, terutama saat ada sesuatu yang tidak saya kehendaki terjadi pada saya. Terima kasih Tuhan. (JRW)