Tuhan Menunggu Pertobatan Kita

Renungan Minggu 15 September 2019, Hari Minggu Biasa XXV

Bacaan: Kel. 32:7-11,13-14Mzm. 51:3-4,12-13,17,191Tim. 1:12-17Luk. 15:1-32 (Luk. 15:1-10)

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat. (Luk. 15:10)

Manusia cenderung mencari kenikmatan yang berujung pada cinta diri sehingga semakin menjauh dari Allah dan acuh tak acuh terhadap sesama. Memang Allah menganugerahi kita manusia suatu kebebasan. Kebebasan ini memampukan manusia untuk memilih dan memaknai hidup secara positif dan negatif. Kebebasan yang digunakan secara positif mendatangkan kebahagiaan, namun bila digunakan secara negatif dapat mendatangkan kehancuran. Seringkali manusia memilih yang negatif dengan hidup yang mengejar kenikmatan semata sehingga jatuh dalam dosa.

Tetapi Tuhan sungguh mencintai manusia. Meskipun Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia yang menyebabkan jatuh dalam dosa, Dia menawarkan keselamatan. Tuhan berinisiatif untuk memberikan cinta karena Allah adalah cinta. Dia mencari manusia dengan cermat dan membawa kita manusia untuk diselamatkan kembali.

Seperti dalam Injil Lukas 15, Yesus menekankan pertobatan yang disampaikan lewat perumpamaan. Perumpamaan ini adalah kisah tentang Allah yang tidak pernah berhenti berbelas kasih dan cinta kepada umat-Nya. Dia akan terus menerus melihat dan memperhatikan manusia ciptaan-Nya. Ketika kita tersesat dan tidak tahu arah, Dia akan mencari kita sampai Dia menemukan kita. Inilah gambaran yang sangat indah tentang Allah yang begitu mencintai dan mengasihi manusia, Allah bersukacita karena telah menemukan kita.

Saya juga merasakan betapa Tuhan mencintai walaupun saya sering melakukan hal-hal yang tidak dikehendaki-Nya. Saya pernah merasa marah kepada Tuhan karena peristiwa-peristiwa yang menimpa saya. Namun Tuhan terus menunggu saya untuk berbalik kepadanya dan setelah beberapa waktu saya sungguh-sungguh bertobat dan belajar terus untuk percaya dan percaya kepada-Nya.

Dalam Injil hari ini juga diceritakan Yesus duduk dan makan bersama dengan orang berdosa. Allah tidak pernah melihat betapa besar dosa kita, akan tetapi apakah kita mau datang dan bertobat serta memperbarui hidup kita. Tuhan melihat kerinduan terdalam hati kita dan Dia pasti menjawabnya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkannya.

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai orang Kristiani?
Pertama, mari kita seperti Allah yang mencari dan menemukan sendiri kita yang hilang.
Kedua, ketika kita hilang dan kehilangan arah, mari kita membuka tangan dan hati kita untuk belas kasih Tuhan, supaya Dia dengan mudah dapat menolong kita.

Doa: Allah Bapa di surga,semoga hidup kami ditopang oleh kepercayaan akan penyelenggaraan serta belas kasih-Mu yang jauh lebih besar dari kelemahan-kelemahan kami. Mampukan kami selalu datang kepada-Mu di saat kami kehilangan arah. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami. Amin. (EHR)