Pertandingan Iman

Renungan Jumat 20 September 2019, Peringatan Wajib St. Andreas Kim Taegon, St. Paulus Chong Hasang dkk Korea

Bacaan: 1Tim. 6:2c-12Mzm. 49:6-7,8-9,17-18-20Luk. 8:1-3

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. (1Tim. 6:12)

Sebagian orang menyatakan pendapatnya bahwa orang pasti masuk surga ketika meninggal, apabila percaya kepada Tuhan Yesus. Pendapat ini tidak salah. Namun dalam kehidupan sehari-hari apakah kita telah menanggapi rahmat keselamatan tersebut sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus? Dalam menanggapi rahmat tersebut, kita perlu iman. Karena iman adalah dasar, hal ini menyatakan bahwa tanpa iman kepada Tuhan Yesus, kita tidak dapat membangun pengharapan akan hidup kekal. Dalam proses membangun dibutuhkan perjuangan yang tidak kenal lelah. Artinya antara iman dan perbuatan harus sama- sama memancarkan hidup benar.

Ada lima cara dalam melakukan pertandingan atau perjuangan.

Pertama, Paulus dalam suratnya ke Timotius mengajarkan agar kita tidak berlagak tahu atau menutup hati terhadap kebenaran ajaran Tuhan Yesus dan bimbingan Roh Kudus. Karena ketika seseorang menutup diri, orang tidak mampu mendengarkan suara Tuhan. Orang akan bersikap egois, sombang, sok tahu, bahkan yang sering terjadi ada penghakiman.  

Kedua, tidak memperbesar masalah kecil atau masalah yang tidak penting yang menimbulkan kedengkian, percederaan, fitnah, curiga terhadap orang lain hingga percekcokan. Usahakan memperkecil masalah dan mencari perdamaian sehingga bersama Tuhan, kita mendapatkan jalan keluar yang terbaik sesuai dengan rencana-Nya.

Ketiga, sebagai anak-anak yang telah ditebus dengan darah yang mahal yaitu darah Kristus sendiri, kita diajak berjuang dengan bertanding untuk mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelemahlembutan dengan adil. Tanpa bantuan Roh Kudus, kita tidak mampu untuk bertanding.  

Keempat, kata-kata bijak Santo Andreas Kim Taegon sebelum dihukum pancung, “Jadilah orang Kristen yang benar bila engkau berharap untuk bahagia setelah meninggal dunia, karena Tuhan memiliki hukuman bagi mereka yang menolak untuk mengenal-Nya”.

Kelima, kita diajak Tuhan Yesus untuk keluar dari diri sendiri sebagai tugas misioner dengan mewartakan Injil Kerajaan Allah kepada setiap orang baik yang tinggal di kota, di desa, di pelosok-pelosok daerah dan di mana pun sebagai ungkapan syukur kita mengingat kita telah mendapat janji keselamatan hidup kekal lebih dahulu.  

Dalam melakukan tugas misioner, marilah kita berjuang dengan hati bersukacita sehingga orang yang menerima pewartaan kita juga mengalami kasih Allah dengan damai dan sukacita. Amin. (ECMW)