Pelaku Firman

Renungan Selasa 24 September 2019

Bacaan: Ezr. 6:7-8,12b,14-20Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5Luk. 8:19-21

Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Luk. 8:21)

Selamat pagi Saudaraku terkasih, renungan kita hari ini diambil dari Injil Lukas 8:19-21, di mana saat itu Yesus sedang mengajar kepada orang banyak, saat itu pula ibu dan saudara Yesus sedang mencari Dia. Tetapi jawab Yesus saat itu bahwa ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.

Bisa dibayangkan bagaimana perasaan ibu dan saudara Yesus yang mendengar jawaban-Nya. Bagaimana pula seandainya hal itu terjadi juga kepada kita?

Saudara terkasih, jawaban Yesus sepertinya sangat keras dan tidak menghormati ibu dan saudara-saudara-Nya. Tetapi kalau kita mau renungkan jawaban Yesus sangatlah tegas, sudah jelas Dia katakan yang menjadi orang terdekat-Nya adalah orang yang mendengarkan firman dan melakukannya. Sekali lagi yang mau mendengarkan dan melakukannya, jadi bukan hanya mendengarkan tetapi tidak mau melakukan.

Saudara terkasih dalam Kristus, mari kita renungkan apakah selama ini kita yang sudah sering mendengarkan firman baik itu di gereja maupun di persekutuan doa, apakah kita hanya sekedar mendengar ataukah sudah kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari?

Juga bagi kita yang sudah aktif dalam pelayanan apakah kita selama ini hanya menjadi pendengar firman atau sudah menjadi pelaku firman?

Kalau kita masih menjadi pendengar dan belum sepenuhnya menjadi pelaku firman, mari mulai saat ini kita mau berubah. Saya percaya menjadi pelaku firman itu tidak mudah, pasti banyak godaan saat kita mau melakukannya. Tetapi sekali lagi kita mempunyai Roh Kudus yang sudah Tuhan berikan kepada kita, untuk memampukan dan menguatkan kita.

Mari kita siapkan diri kita, yang selama ini sudah rajin ke gereja dan melayani di mana-mana tetapi kita masih menjadi pendengar dan belum sepenuhnya menjadi pelaku firman. Supaya semua yang sudah kita lakukan tidaklah sia-sia. 

Tuhan memberkati. (SNT)