Peka Terhadap Sesama

Renungan Senin 9 September 2019

Bacaan: Kol. 1:24 – 2:3Mzm. 62:6-7,9Luk. 6:6-11

Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” (Luk. 6:9)

Di saat manusia semakin mencintai dirinya maka di saat itu juga manusia semakin tidak peduli pada sesamanya. Kelompok Ahli Taurat dan orang Farisi jelas menunjukkan hal tersebut. Dengan alasan hari Sabat, mereka tidak mau membantu seseorang yang lumpuh tangannya. Bahkan mereka sangat marah ketika akhirnya Yesus menyembuhkan tangan orang yang lumpuh tersebut.

Cinta kepada diri sendiri secara berlebihan akan membuat kita menjadi seperti hakim yang tidak adil, di mana kebenaran ditentukan berdasarkan kepentingan diri kita sendiri dan bahkan kebenaran Tuhan pun harus tunduk pada kebenaran kita. Sehingga secara tidak sadar, kita sedang mau mengatakan bahwa aku adalah “tuhan”.

Yesus menunjukkan suatu tindakan yang lain di mana cinta kepada sesama lebih besar daripada cinta kepada diri sendiri meskipun dengan resiko akan dianiaya. Maka terjadilah mukjizat penyembuhan pada hari Sabat yang membuat marah orang-orang Farisi.

Tindakan Yesus hari ini menantang kita untuk lebih peka terhadap keadaan orang lain daripada hanya selalu memuaskan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati. (MHP)