Kita Semua Orang Berdosa

Renungan Sabtu 21 September 2019, Pesta St. Matius Rasul dan Penginjil

Bacaan: Ef. 4:1-7,11-13Mzm. 19:2-3,4-5Mat. 9:9-13

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Mat. 9:11)

Saya sering sekali berpikiran seperti murid Yesus. Suatu kali di awal tahun ajaran Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP), teman saya mengajak seorang kenalannya untuk bergabung. Mengetahui orang tersebut sering mengkritik orang-orang yang aktif dalam pelayanan seperti ini, saya merespons: “Wah, cari masalah saja, orang seperti itu kok diajak.”

Setelah berbicara, saya juga langsung tersadar (saya percaya saya diingatkan oleh Roh Kudus), bahwa untuk itulah kita ini diutus, untuk membawa orang-orang yang belum memusatkan hidupnya pada Tuhan, pada ajaran dan pikiran Yesus, lebih mengenal dan mengimani Yesus. 

Yesus datang buat orang-orang yang tidak sempurna, yang hidupnya dipenuhi oleh gambaran yang salah tentang tujuan hidup ini. Orang-orang yang menganggap bahwa tujuan hidupnya adalah untuk selalu dimenangkan, dipuaskan, dihargai dan dinilai tinggi.

Bukan berarti saya sendiri sudah sempurna, Yesus juga perlu hadir bagi saya, karena saya masih belum total menaruh Tuhan sebagai otoritas utama dalam hidup saya. Kehendak saya sering tidak sejalan dengan kehendak-Nya. Karena itu saya masih perlu belajar dari Sang Guru agar hidup saya dapat dipakai menjadi saluran kasih-Nya bagi sesama. 

Jangan menghakimi orang lain, melainkan marilah kita semua berlomba-lomba mencapai kekudusan yang Allah harapkan dari kita. 

Doa: Ya, Yesus, ampuni aku bila masih merasa diriku lebih baik daripada orang lain. Ajari aku untuk terus mengandalkan Engkau dalam mengusahakan hidup dengan pikiran dan perbuatan yang lebih baik setiap waktu. Amin. (HCLK)