Kaya Akan Perbuatan Kasih

Renungan Minggu 29 September 2019, Hari Minggu Biasa XXVI

Bacaan: Am. 6:1a,4-7Mzm. 146:7,8-9a,9bc-101Tim. 6:11-16Luk. 16:19-31

Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu. (Luk. 16:20)

Salam kasih,

Perikop hari ini bercerita tentang orang kaya yang tidak masuk surga dan Lazarus seorang pengemis yang masuk dalam surga. Permenungan kita tentunya bukan masalah kaya dan miskin yang membuat seseorang masuk surga atau tidak.

Apakah yang salah dalam diri orang kaya ini sehingga dia masuk dalam neraka? Apakah kaya itu dianggap sesuatu yang duniawi, jahat, rendah dan kotor? Lalu miskin itu dianggap sesuatu yang rohani, baik, suci dan mulia sehingga dianggap sebagai syarat yang ideal untuk masuk surga?

Dikatakan dalam perikop bahwa si kaya bersukaria dalam kemewahan sedangkan Lazarus sangat kelaparan dan menanti makanan yang jatuh dari meja orang kaya itu.

Tuhan tidak pernah melarang seseorang untuk menjadi kaya karena itu juga merupakan anugerah dan berkat Tuhan. Yang salah adalah jika kekayaan dipakai sebagai tujuan dan ‘tuhan’ dalam diri seseorang, Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (Mat. 6:21). Si kaya tidak memiliki belas kasih, cuek dan  perasaannya menjadi tumpul akan penderitaan Lazarus. Sehingga di mana harta adalah sebagai tujuan maka kita akan kehilangan sahabat dan bahkan Allah sendiri.

Orang miskin pun bukanlah jaminan masuk surga jika hidupnya tidak menjalankan kasih dan kebenaran, karena kemiskinan bukanlah alasan untuk tidak dapat membagikan hidupnya.

Apapun kehidupan kita saat ini yang pasti adalah kita harus kaya di hadapan Tuhan, kaya akan perbuatan kasih dan mampu menjadi berkat bagi sesama karena Yesus telah menjadi miskin dalam harta agar kita menjadi kaya dalam persahabatan dengan Allah dan sesama yang menderita. 

Doa: Allah Bapa yang maha rahim, seringkali hidup kami dikuasai oleh harta sehingga kami tak memiliki hati bagi sesama. Ajarilah kami untuk berani berbagi dan peduli pada sesama sehingga Kau dapati kami kaya dalam iman dan perbuatan kasih. Karena hanya Engkaulah Tuhan dan juru selamat kami kini dan sepanjang masa. Amin. (IJP)