Kasihilah Musuhmu

Renungan Kamis 12 September 2019, Nama Santa Perawan Maria yang Tersuci, Petrus Taretasiensis

Bacaan: Kol. 3:12-17; Mzm. 150:1-6; Luk. 6:27-38

Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. (Luk. 6:32)

Melalui Lukas 6:27-38 Tuhan Yesus mengajak kita untuk mengasihi, berbuat baik, dan mendoakan orang-orang yang memusuhi kita. Kita diajak untuk hidup dalam daya cinta kasih Kristus, dengan cara melakukan banyak kebaikan, bahkan dengan orang-orang yang membenci kita pun kita harus bisa mengampuni.

Walaupun mengampuni itu sangat sulit, apalagi terhadap orang yang berkali-kali menyakiti hati kita, bahkan membenci kita. Tuhan Yesus mengajak kita untuk bisa melatih diri agar kita mampu mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita. Kita harus memiliki komitmen yang kuat dan penuh percaya bahwa kita pasti bisa, karena cinta kasih Kristus mengalahkan segalanya.

Menjadi orang Katolik adalah menjadi orang yang luar biasa, karena setiap umat Kristus diajak dan diajarkan untuk bisa berbuat lebih baik dari yang biasa. Kita harus mampu mengasihi secara total, mengampuni dengan tulus, karena inilah inti dari ajaran Yesus yang biasa dilakukan oleh Tuhan Yesus. Kalau kita cuma mengasihi orang-orang yang mengasihi kita, apakah jasa kita? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.

Jangan menghakimi sesama agar kita tidak dihakimi, jangan menghukum agar kita pun tidak dihukum, ampunilah sesamamu agar Allah Bapa di surga pun mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita.

Sahabat-sahabatku, marilah kita mengasihi orang-orang yang memusuhi kita, mengampuni mereka, tujuh puluh kali tujuh kali seperti yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita. Suatu gambaran bahwa mengampuni itu tidak punya ukuran dan tanpa batas, sebab mengampuni adalah sifat Allah yang diberikan kepada manusia, mengampuni berarti membebaskan diri kita dari belenggu kebencian, sakit hati dan luka batin, sehingga kita bisa beroleh damai sejahtera.

Marilah kita mensyukuri cinta kasih Allah yang diberikan kepada kita dengan meneladani Yesus Kristus, mengasihi dan mengampuni sesama. Amin. (TFK)