Di Antara Dua Pilihan

Renungan Minggu 22 September 2019, Hari Minggu Biasa XXV

Bacaan: Am. 8:4-7Mzm. 113:1-2,4-6,7-81Tim. 2:1-8Luk. 16:1-13 (Luk. 16:10-13)

Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Luk. 16:13)

Shalom para Sahabat Kristus.

Setiap hari kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan, bahkan bisa dikatakan hidup kita ini dibangun atas dasar pilihan-pilihan. Sebagai contoh, seseorang yang merasa dirinya kelebihan berat badan, ada pilihan untuk terus makan apa saja atau diet. Saat dia memilih diet, maka ada pilihan diet dengan menjaga jenis makanan yang dimakan atau diet dengan berolah raga. Kalau dia memilih diet dengan berolah raga, ada pilihan jenis olah raga yang mau dijalani, yang ringan atau yang berat, dan seterusnya. Dengan adanya pilihan-pilihan ini, maka kita dituntut pula untuk mengambil keputusan yang tepat dan terbaik. Keputusan yang diambil bisa tepat, tetapi bisa juga salah. Semakin sering menghadapi situasi yang serupa, maka akan semakin mudah untuk memutuskan pilihan yang terbaik.

Di dalam Injil hari ini, juga ditampilkan kisah bagaimana pentingnya mengambil keputusan atas pilihan-pilihan yang dihadapi. Seorang bendahara yang akan di-PHK dihadapkan pada pilihan yang sulit, yaitu bagaimana kelanjutan kehidupannya setelah PHK. Dia harus memutar otaknya, agar setelah dipecat tetap bisa hidup dengan baik.

Sahabat, kita pun sering mengalami situasi sulit seperti yang dialami oleh si bendahara tersebut. Kita harus memilih antara hidup benar di hadapan Tuhan atau pokoknya aku puas. Sekalipun sering kali kita mengalami dilema di dalam menentukan pilihan yang sulit, tetapi sesulit apa pun, tetaplah berpegang pada firman Tuhan sebagai pegangan. Kitab Amsal 1:7 berkata “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” Tentunya kita tidak akan pernah mau dianggap sebagai orang bodoh, bukan?

Pilihlah keputusan di mana Tuhan berkenan, dan bukan yang melawan kehendak Tuhan.

Dengan tegas Tuhan Yesus mengingatkan kita. Di Lukas 16:13 dikatakan bahwa kita tidak bisa mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon, Mamon adalah gambaran duniawi dan segala hal yang berhubungan dengan kekayaan. Kita tidak bisa berdiri dengan satu kaki bersama Tuhan dan satu kaki lagi di pihak Mamon.

Sekali lagi, ini adalah pilihan juga bagi kita, mengabdi kepada Allah atau mengabdi kepada Mamon, dua pilihan yang sangat sulit, tetapi percayalah, ada Allah Roh Kudus yang siap menuntun kita untuk bisa memilih yang terbaik.

Tuhan Yesus memberkati kita semua dan juga pilihan-pilihan hidup kita. (BVJSW)