Berhikmat

Renungan Rabu 18 September 2019, Yosef dari Copertino, Yohanes Makias

Bacaan: 1Tim. 3:14-16.; Mzm. 111:1-2,3-4,5-6; Luk. 7:31-35

Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. (Luk. 7:32)

Dalam bacaan ini Yesus juga mengambil perumpamaan tentang anak-anak. Namun berbeda dengan anak-anak yang datang dan disambut Yesus dalam Matius 18 dan 19, yang dikatakan sebagai empunya Kerajaan Surga, anak-anak dalam Lukas digambarkan sebagai anak “nakal”. Anak-anak yang mencari kesalahan orang-orang. Perlu hikmat untuk mengenali dan memutuskan, mau menjadi  anak yang seperti apa. Dalam arti saat ambil keputusan, hati seperti apa yang ada dalam diri kita.

Ada dua sikap hati yang berlawanan. Hati yang tertutup dan menolak rencana Allah dalam hidup. Hati seperti ini mencari alasan untuk membenarkan diri serta mencari kesalahan orang seperti yang dikatakan Yesus terhadap orang Farisi dalam bacaan Lukas hari ini. Lainnya adalah sikap hati seperti anak kecil dalam Matius yang dipenuhi pertobatan dan kepasrahan pada kehendak Allah. Yang menjadi faktor kesulitan adalah seringkali hati kita begitu keruh sehingga kurang bisa mengenali mana yang kehendak Tuhan, mana yang kehendak kita sendiri. Untuk itu kita memerlukan hikmat yang benar dari Allah.

Maka mari jaga hati kita dan mohonlah selalu hikmat dari Tuhan agar bisa mengenali dan mengambil keputusan sesuai kehendak-Nya agar apa yang menjadi rencana Tuhan terjadi dalam hidup kita. 

Doa: Ya Bapa, kami persembahkan seluruh hidup terutama hati kami saat ini ke dalam tangan-Mu, agar kami menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak-Mu dengan sempurna, sehingga hidup kami layak di hadapan-Mu serta berkenan kepada-Mu dalam segala hal dan kami memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang-Mu ya Bapa dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Mu untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, demi Kristus Tuhan dan juru selamat kami yang hidup. Amin. (ARFW)