Siapakah Anak Manusia Ini?

Renungan Kamis 8 Agustus 2019, Peringatan Wajib St. Dominikus

Bacaan: Bil. 20:1-13Mzm. 95:1-2,6-7,8-9Mat. 16:13-23

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” (Mat. 16:13)

Kita sebagai murid-murid Tuhan Yesus apabila saat ini Tuhan Yesus bertanya kepada kita, “Siapakah Aku ini?” atau siapakah Yesus bagimu, jawaban apa yang akan kita sampaikan kepada Tuhan Yesus?

Seberapa erat relasi atau hubungan kita kepada Tuhan Yesus dan sejauh mana kita mengenal Tuhan Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari, itulah yang dapat menjawab pertanyaan ini. Bila kita benar-benar mengakui Tuhan Yesus adalah Anak Allah yang hidup, maka kita akan dapat menjalani dan merasakan bahwa Tuhan Yesus adalah pribadi yang hidup dan nyata dalam hidup ini. Kita dapat merasakan hidup dengan rasa penuh syukur, pengharapan akan masa depan, damai, sukacita dan percaya sepenuhnya akan seluruh kehendak-Nya yang terbaik untuk kehidupan kita.

Tujuan hidup kita hanyalah kepada Tuhan Yesus, sehingga ketika ada masalah kita tetap percaya, kita mau mengandalkan dan kita mau berserah serta berpengharapan pada Tuhan Yesus. Jadi jawaban kita “Engkau adalah Mesias Anak Allah yang hidup” adalah jawaban yang benar-benar dari hati kita yang mana kita telah menjadikan Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat kita.

Namun bila seringkali rasa takut, cemas, khawatir, bimbang akan masa depan mengganggu pikiran dan hati kita, serta kita tidak mengandalkan Tuhan Yesus, dan lebih mengandalkan kemampuan dan kelebihan kita sendiri, maka jawaban “Engkau adalah Mesias Anak Allah yang hidup”, hanya jawaban dari mulut kita saja.

Mari kita bersama-sama menjawab pertanyaan, “Siapakah Yesus bagiku?” dengan jawaban “Engkau adalah Mesias Anak Allah yang hidup” dengan sungguh-sungguh dari hati melalui pengalaman hidup kita bersama Tuhan Yesus.

Doa: Ya Tuhan Yesus, kami seringkali menyebut Engkau sebagai Anak Allah yang hidup hanya di bibir saja. Ampuni kami ya Tuhan. Kini kami mohon, agar semakin hari kami semakin merasakan kasih-Mu dengan mengenal Engkau sebagai pribadi yang hidup sehingga boleh kami rasakan dan alami dalam kehidupan kami ini. Amin. (IJW)