Perkara di Atas

Renungan Minggu 4 Agustus 2019, Hari Minggu Biasa XVIII

Bacaan: Pkh. 1:2; 2:21-23Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17Kol. 3:1-5.9-11Luk. 12:13-21

Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. (Kol. 3:2)

Bacaan hari ini membawa kita pada permenungan akan apa yang menjadi prioritas dalam hidup kita. Dalam Kitab Pengkhotbah, kita mendapatkan bahwa segala jernih payah yang dilakukan manusia untuk memenuhi keinginan hatinya, tidak membawa ketentraman sehingga menjadikannya sia-sia belaka.

Pada tahun 2004, mama saya mengalami permasalahan dengan jantungnya, sehingga harus dipasang ring. Namun sesudah operasi pemasangan ring, mama mengalami anfal sampai koma. Dokter saat itu menanyakan pada kami untuk pasang alat bantu pernafasan atau tidak. Jika dipasang tidak boleh dilepas sebelum mama sadar dan dapat bernafas kembali dengan baik. Jika dibiarkan tanpa alat bantu pernafasan, otak bisa kekurangan oksigen dan bisa berakibat macam-macam.

Saat itulah kami benar-benar menyadari bahwa kekayaan, kekuasaan, kehebatan tidak bisa menolong untuk memberikan kesembuhan. Hanya Tuhan yang menjadi tempat bersandar bagi kami. Hanya Tuhanlah yang dapat menyembuhkan dan menyelamatkan. Syukur pada Allah, akhirnya mama sembuh. Kami lebih bersyukur lagi, karena sejak itu mama menjadi percaya penuh kepada Tuhan.

Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose mengingatkan kita untuk memikirkan perkara yang di atas, bukan yang di bumi (Kol. 3:2). Hendaknya kita tidak mencari kesenangan duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan yang sama dengan penyembahan berhala. Karena manusia lama kita sudah mati dan kita telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar penciptanya.

Doa: Allah Bapa yang kekal, kami bersyukur karena kami disadarkan untuk senantiasa bersandar pada-Mu.
Bimbing kami, agar kami menjadi manusia baru yang terus-menerus diperbarui oleh Roh Kudus. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin. (DLD)