Berikanlah Kepada Kaisar

Renungan Sabtu 17 Agustus 2019, Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia

Bacaan: Sir. 10:1-8Mzm. 101:1a,2ac, 3a,6-71Ptr. 2:13-17Mat. 22:15-21

Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Mat. 22:21)

Jangan lupa untuk menunaikan kewajiban yang harus kita kerjakan sebelum meminta atas hak yang kita miliki. Kadang kala kita sering sulit untuk membedakan antara hak dan kewajiban. Hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya bergantung kepada kita sendiri. Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Selalu ada keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus menjawab bahwa semua orang harus memberi kepada setiap pihak apa yang berhak diterima oleh pihak-pihak tersebut. Tetapi jangan lupa bahwa ada Allah yang berhak mendapatkan keseluruhan hidup kita. Berikan kepada kaisar apa yang menjadi milik kaisar, tetapi berikan kepada Allah apa yang wajib diberikan kepada Allah. Jawaban yang sangat lugas dan jelas. Jawaban yang tidak berusaha menghindarkan diri, tetapi benar-benar menyatakan hikmat yang sejati. Menjadi umat Tuhan tidak berarti melepaskan diri dari tanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Tetapi menjadi warga negara yang baik tidak membatalkan kepemilikan Allah atas seluruh keberadaan kita. Inilah keseimbangan di dalam memandang segala sesuatu.

Maka menaati pemerintah dilakukan di dalam rangka menaati Tuhan. Hidup dengan tunduk kepada pemerintah juga dilakukan dalam rangka tunduk kepada Allah. Sebab Allah adalah yang paling berhak memperoleh seluruh hidup kita. Maka, Tuhan Yesus tidak lupa memerintahkan, meskipun kita memberikan kepada kaisar apa yang menjadi milik kaisar, kita harus memberikan diri kita secara total kepada Allah sebab kita ini adalah milik Allah. Di dalam dinar yang dipakai untuk membayar pajak ada gambar dan tanda kaisar. Di dalam diri kita ada gambar dan tanda Allah.

Hal yang paling menakutkan di saat menerima surat adalah ketika mendapat surat dari kantor pelayanan pajak. Selalu ada perasaan was-was untuk membuka dan membacanya. Sebab selama bertahun-tahun saya melaporkan pajak dengan tidak jujur. Saya selalu menuntut hak sebagai warga negara padahal kewajiban sebagai warga negara yang baik tidak saya lakukan. Saya menuntut yang terbaik tapi tidak memberikan yang terbaik. Di saat saya telah melakukan kewajiban sebagai warga negara dengan baik, dengan membayar pajak secara jujur tidak ada lagi ketakutan saat menerima surat dari kantor pajak.

Dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, marilah kita mengisi kemerdekaan ini dengan merenungkan sejauh mana sikap dan tindakan kita dalam kehidupan bernegara, terlebih untuk kita sebagai umat Katolik.

Sudahkah kita melaksanakan seluruh kewajiban sebelum menuntut yang menjadi hak kita baik itu terhadap Negara maupun terhadap Tuhan?

Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu. – John F. Kennedy

Doa: Terima kasih Tuhan untuk Negara Indonesia yang tercinta ini, semoga di hari ulang tahun yang ke-74 ini, kami dimampukan untuk menjadi warga negara yang baik, dengan bisa lebih memberikan sumbangsih untuk kehidupan bernegara. Jauhkanlah negara ini dari segala bencana dan berkatilah bangsa ini agar menjadi bangsa yang besar yang semakin bersatu, seperti Engkau dan Yesus adalah satu. (MEN)