Apa Yang Kita Cari?

Renungan Jumat 9 Agustus 2019

Bacaan: Ul. 4:32-40Mzm. 77:12-13,14-15,16,21Mat. 16:24-28

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mat. 16:26)

Semua orang hampir pasti mengenal sosok penyanyi Michael Jackson. Seorang penyanyi yang sangat kaya raya. Tetapi ternyata Michael Jackson adalah seorang yang memiliki ketakutan akan kematian. Semasa hidupnya ia memiliki rencana membuat tubuhnya apabila meninggal dibekukan dan kemudian membawa dia kembali hidup pada saat ilmu kedokteran telah mampu melakukannya. Dalam salah satu wawancaranya dengan Michael Luckman dari New York Daily News penyanyi Michael Jackson ini terobsesi dengan kehidupan abadi dan yang lain dia menginvestasikan jutaan dolar untuk penelitian DNA guna mendapatkan anak yang sempurna. Luckman juga menyatakan, “Michael Jackson telah melakukan hal-hal ekstrim untuk meraih keabadian, seperti tidur di alat hiperbarik.” Tetapi seperti kita ketahui tanggal 25 Juni 2009 Michael Jackson meninggal karena keracunan obat yang diberikan oleh dokter pribadinya.

Contoh peristiwa seperti Michael Jackson ini, sebenarnya sering kita dengar. Banyak orang merasa akan bisa memperoleh kehidupan abadi atau berumur panjang di dunia ini dengan mengandalkan uang mereka. Banyak hal yang mereka lakukan dengan membeli makanan atau minuman yang sangat mahal. Tetapi apa yang mereka peroleh semuanya sebenarnya adalah harapan yang semu.

Cerita tentang Michael Jackson di atas sangat bertolak belakang dengan Phillip Ng Chee Tat salah satu orang terkaya di Singapura, dia adalah seorang pengusaha properti yang sukses di Singapura. Dulunya dia mengejar hal-hal duniawi dan dia mengakui dia adalah orang yang “rusak” dan dia merasa ada bagian yang hilang dalam dirinya. Sampai suatu saat ia menyadari dan menemukan bagian yang hilang itu adalah Tuhan Yesus Kristus. Di mana setelah dia menemukan Yesus, Phillip Ng bisa merasakan damai sukacita berada dalam Yesus. Phillip Ng merasakan kehidupan yang lebih baik daripada mengandalkan uang dan kebendaan lainnya. Hanya melalui Yesus Kristus yang bisa memberi kepastian akan kehidupan kekal di surga.

Bagaimanakah dengan kita? Apakah hingga saat ini kita masih berjuang dengan susah payah mencari uang sebanyak-banyaknya, dan mungkin berencana mencari kehidupan abadi di dunia ini? Ataukah kita sudah bisa menemukan bagian yang hilang dari diri kita yaitu Yesus Kristus yang akan memberikan kehidupan abadi di surga nantinya?

Marilah kita berdoa: Ya Bapa yang Maha Pengasih dan Penyayang, kami anak-anak-Mu terkadang sering bekerja mencari uang dengan keras sehingga melupakan diri-Mu yang memberikan kehidupan, lupa bahwa kami adalah hamba-hamba-Mu yang sangat Kaukasihi. Terkadang kami menumpuk kekayaan untuk diri kami sendiri dan berusaha untuk menomorduakan sesama kami. Ya Bapa bantulah kami untuk mengerti arti dan tujuan hidup kami ini, agar Si Jahat tidak sempat mengisi ruang kosong dalam hati kami sehingga kami lupa akan janji-Mu untuk memberikan tempat yang layak di sisi-Mu. Semoga kami umat-Mu yang masih mengembara ini tetap semangat untuk membesarkan dan selalu memuji nama-Mu. (AlX)