Apa Yang Kami Peroleh?

Renungan Selasa 20 Agustus 2019

Bacaan: Hak. 6:11-24aMzm. 85:9,11-12,13-14Mat. 19:23-30

Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” (Mat. 19:27)

Sebagai manusia yang bekerja tentunya kita ingin mendapatkan balasan dari jasa atau tenaga yang kita keluarkan dalam mengerjakan sesuatu, atau disebut upah. Melihat semakin ketatnya persaingan dalam pangsa ekonomi saat ini, orang-orang menjadi semakin jeli melihat kesempatan bagaimana dapat memperoleh upah yang diinginkan dalam setiap pekerjaan.

Dalam Injil hari ini Yesus mengajar orang banyak yang terdiri dari mereka yang mengikut Yesus bahkan juga mereka yang membenci Yesus yaitu ahli-ahli taurat dan orang orang Farisi tentang upah mengikut Yesus.

Ada banyak orang datang kepada Yesus dengan berbagai macam motivasi dan alasan serta tujuan, pada akhirnya gagal menjadi murid Yesus yang setia karena ternyata ada sesuatu yang lebih dicintainya dibandingkan cinta dan rasa hormatnya kepada Tuhan Yesus Kristus, bahkan bagi banyak orang, janji hidup kekal bukan suatu janji yang mampu menjadikan seseorang bisa memutuskan untuk mengikut Yesus. Maka Yesus berkata:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 19:23).

Mengapa bisa demikian? Yesus menjawab kegelisahan para murid-Nya dengan menekankan bahwa masalahnya bukan karena kekayaannya, tetapi terletak pada hatinya. Kecenderungan sebagian besar orang kaya adalah membanggakan kekayaannya dan berpikir dia bisa menyelesaikan semua masalah di dalam hidupnya dengan kekayaannya. Dengan kekayaan dia merasa punya kuasa, menikmati harga diri yang tinggi, status dan pengaruh, maka menjadi sangat sukar jika dia harus kehilangan itu semua. Hati manusia telah terpesona indahnya gemerlap kekayaan sedemikian rupa sehingga kekayaan menjadi  ’tuhan’ yang menjadi sumber kebahagiaan dan kekuasaan bagi dirinya.

Pernyataan Yesus ini mengejutkan para murid, sehingga mereka bertanya: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memberikan jawaban yang paling mendasar soal keselamatan, yaitu:

“Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” (Matius 19:26).

Dengan nada protes Petrus mempertanyakan upah apa yang seharusnya mereka terima oleh karena mereka merasa sudah meninggalkan segalanya dan mengikut Yesus (Matius 19:27). Yesus menjwab bahwa mereka akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. (Mat. 19:29)

Jawaban Yesus menunjuk pada suatu pengajaran untuk mencari harta di sorga terlebih dahulu, maka harta di bumi akan berlimpah-limpah untuk bisa dinikmati. Mereka yang mengambil bagian dalam Kristus dengan mengorbankan segala sesuatu yang dimiliki akan menerima janji Tuhan yaitu berkat melimpah dan kehidupan yang kekal. Inilah upah surgawi yang dijanjikan Tuhan untuk mereka yang mau mengikuti-Nya.

Perenungan ini mau mengingatkan kita akan prioritas hidup kita adalah mengikuti Yesus dalam mengumpulkan harta di sorga untuk bisa memperoleh janji hidup kekal. Kekayaan yang paling berharga adalah kehidupan yang kekal.

Doa: Allah Bapa yang Maha Rahim, beri kami hati yang senantiasa selalu bergantung pada-Mu, dan selalu mengandalkan Engkau di dalam segala situasi hidup kami. Saat kami dalam kelimpahan berkat, ingatkan kami Tuhan bahwa semua itu hanya bersumber dari-Mu sehingga kami terlepas dari belenggu kesombongan dan keangkuhan. Biarlah harta duniawi kami bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain. Saat kami dalam situasi sulit, berilah kami hati yang taat dan tetap setia untuk percaya bahwa Engkau senantiasa menopang kehidupan kami sampai pada kesudahannya. Amin. (VYS)