Tuaian Banyak, Pekerja Sedikit

Renungan Minggu 7 Juli 2019, Hari Minggu Biasa XIV

Bacaan: Yes. 66:10-14cMzm. 66:1-3a,4-5,6-7a,16,20Gal. 6:14-18Luk. 10:1-12,17-20(Luk. 10:1-9)

Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Luk. 10:2)

Anda akan menemukan bahwa Yesus menunjuk 70 murid. Ia mengutus mereka berdua-dua ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Tuaian memang banyak. Suatu penuaian yang sangat melimpah tetapi sedikit sekali pekerjanya.

Apa arti “tuaian”? Tuaian adalah jiwa-jiwa yang tak punya tujuan hidup. Mereka mengembara ke mana-mana, menanti ada yang menunjukkan arah tujuan yang benar yaitu masuk ke dalam hidup yang kekal.

Sudahkah Anda meminta kepada Allah agar lebih banyak lagi pekerja-pekerja dikirim? Jika tuaian sangat banyak dan pekerja sangat sedikit, apakah yang akan terjadi? Tentunya para pekerja akan bekerja siang dan malam. Mereka bekerja keras sampai kelelahan. Lalu bagaimana pekerjaan ini bisa diselesaikan?

Yesus berkata: “Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirim pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Injil adalah kabar sukacita Allah yang menyelamatkan. Sukacita dan kegembiraan itu terwujud dalam kehadiran Yesus Kristus. Kepada siapa kabar gembira itu disampaikan? Siapa yang harus mewartakan kabar sukacita tersebut? Warta gembira tentang keselamatan disampaikan untuk semua orang. Inilah tugas perutusan para murid, diutus untuk membawa damai sejahtera bagi setiap orang. Apa yang mendorong para pekerja untuk menuai atau melakukan tugas perutusan?

Kasih Yesuslah yang mendorong saya untuk penuaian atau perutusan. Saya sendiri juga tidak mengerti bagaimana saya bisa bekerja di ladang Tuhan. Padahal warta sukacita yang disampaikan itu banyak mengalami penolakan.

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (Luk. 10:3)

Saya pernah menerima penolakan terhadap kebenaran yang saya wartakan. Saya dipermalukan di hadapan banyak orang di lingkungan saya. Tapi saya tidak mundur, terus maju sampai suatu saat saya diundang lagi dan mereka tidak menolak. Sampai baru-baru ini, mereka sudah bisa menerima kebenaran firman Tuhan.

Memang sebagai utusan-utusan Kristus, kita memerlukan:

  • Keberanian.
  • Kegigihan/ tidak mudah menyerah.
  • Kesabaran dalam penggembalaan.

Demikian sedikit pengalaman saya bekerja di ladang Tuhan. Kasih dan penyertaan Tuhan selalu bersama saya. Apakah Anda siap pergi untuk memanen tuaian?

Doa: Tuhan Yesus Kristus bantulah aku, untuk menjadi saksi-Mu dalam sikap hidup dan perbuatan sehari-hari. Semoga semakin banyak orang terbuka akan sabda-Mu dan pada akhirnya mengalami sukacita berlimpah. Amin. (JH)