Kaca Mata Allah

Renungan Jumat 26 Juli 2019

Bacaan: Sir. 44:1,10-15Mzm. 132:11,13-14,17-18Mat. 13:16-17

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. (Mat. 13:16-17)

Ketika turun hujan dan tidak kunjung berhenti maka terjadilah banjir di suatu daerah perumahan di Jakarta, dan ada seorang pria yang terjebak dalam rumahnya, dia tidak bisa keluar rumah karena banjir semakin tinggi. Akibat hujan yang begitu lebat maka alat komunikasi menjadi terputus dan listrik pun padam, maka pria tersebut mulai gelisah dan berdoa, “Tuhan, tolong aku, Tuhan, tolong aku, Tuhan tolonglah aku.” sampai dia tertidur karena kelelahan.

Keesokan hari lewatlah tetangga-tetanganya dengan menggunakan ban bekas kendaraan, serta mengajak pria tersebut untuk bersama-sama, tetapi pria tersebut menolaknya dengan mengatakan bahwa dia akan menunggu bantuan yang Tuhan kirimkan. Ketika hari mulai siang ada kelompok pemuda yang naik rakit dan lewat di depan rumahnya juga memanggil pria tersebut untuk ikut naik rakitnya bersama-sama mengungsi, tetapi sekali lagi pria tersebut menolaknya dan mengatakan saya sudah berdoa pasti Tuhan akan menolong saya, karena dalam hati pria ini berharap yang akan datang menolong adalah tim SAR, tetapi tim SAR tidak datang ke lokasi itu karena semua warganya sudah mengungsi.

Betapa seringnya kita juga tidak memahami kasih Tuhan yang kita alami melalui suka dan duka kehidupan karena kita memandang setiap peristiwa dengan menggunakan kaca mata kita sendiri, cara pandang kita sendiri, sehingga kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya Tuhan mendengarkan dan mengabulkan doa kita.

Melalui injil hari ini, Tuhan  Yesus bersabda “Berbahagialah matamu karena telah melihat, berbahagialah telingamu karena telah mendengar”.

Kita akan dapat bersukacita dan bersyukur kalau kita dapat memandang setiap peristiwa yang kita alami dengan kaca mata Allah, sehingga kita mengerti apa yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan dalam kesempatan ini.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk kasih karunia-Mu dalam hidupku, ajarlah aku terus untuk semakin bertumbuh dan semakin mencintai Engkau, sehingga aku dapat melihat segala sesuatu yang aku alami dengan cara pandang-Mu. Amin. (CTS)