Bertobatlah

Renungan Selasa 16 Juli 2019

Bacaan: Kel. 2:1-15aMzm. 69:3,14,30-31,33-34Mat. 11:20-24

Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. (Mat 11:21)

Yesus mengutuk dan mengecam beberapa kota, yakni Khorazim, Betzaida dan Kapernaum. Kota-kota itu dikecam oleh Yesus, sebab meskipun di kota itu Yesus banyak membuat mukjizat untuk rakyat tetapi para pemimpin kota itu tidak juga kunjung bertobat.

Kedegilan dan kekerasan hati itulah yang dikecam Yesus. Pasti Yesus tidak membenci kota itu, Yesus juga tidak membenci para pemimpinnya, namun Yesus mengecam kedegilan hati mereka yang tidak mau bertobat, walaupun menyaksikan banyak tanda dan mukjizat yang dibuat-Nya.

Seraya mengecam kota-kota itu, Yesus juga secara tidak langsung memuji beberapa kota lain, yang sebetulnya dianggap kafir yakni Tirus dan Sidon juga Sodom. Kota-kota itu dikenal tidak “beragama” alias “kafir” namun mereka lebih terbuka terhadap pewartaan-Nya.

Mungkin kecaman itu juga ditujukan bagi kita. Banyak hal telah diperbuat dan diberikan Allah bagi hidup kita sampai saat ini. Seluruh pergerakan hidup kita dari waktu ke waktu tidak pernah lepas dari kasih karunia Allah. Segala kebutuhan hidup kita dipenuhi-Nya, kendati kita tidak meminta. Apa balasan kita?

Lewat injil hari ini ajakan Yesus jelas: “Bertobatlah!” Jadi saat ini kita juga diajak oleh Yesus untuk bertobat. Bertobat berarti kita senantiasa melihat diri kita apakah hidup dan perbuatan kita sudah selaras dengan kehendak Allah. Apakah kita sudah meninggalkan seluruh perbuatan jahat dan yang bertentangan dengan kasih. 

Semestinya Tuhan Yesus mengecam kehidupan kita juga yang tanpa pertobatan. Namun dengan kasih dan kelembutan-Nya Dia memberi kesempatan kepada kita untuk menyadari kasih karunia Allah dan hidup dalam pertobatan terus-menerus.

Doa: Ya Yesus yang baik, ampunilah aku yang kerapkali kurang percaya pada penyelenggaraan-Mu yang terbaik dalam hidupku. Kiranya sesal dan tobat, serta niat untuk memperbaiki hidupku terus- menerus itulah balasan yang dapat kuberikan kepada-Mu. Tuhan berilah aku rahmat pertobatan sejati untuk mengasihi-Mu. Amin. (MLEN)