Bertahan

Renungan Jumat 12 Juli 2019

Bacaan: Kej. 46:1-7,28-30Mzm. 37:3-4,18-19,27-28,39-40Mat. 10:16-23

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Mat. 10:22)

Tantangan saat ini begitu luar biasa. Begitu banyak godaan yang menyerbu mata, mulut dan telinga kita. Sehingga keinginan kita sering menjadi tidak terkendali, mulai dari macam-macam sandang, pangan dan papan, semuanya menggetarkan hati kita. Bahkan, sering penderitaan sesama sudah tidak lagi menggetarkan hati kita. Itu mengapa dikatakan di janganlah kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Mereka lebih memilih “jalan yang lebar” daripada “jalan yang sempit”. Apakah secara tidak sadar, kita sudah menjadi bagian dari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah?

Kita perlu menyadari bahwa rahmat pembaptisan membuat kita disatukan dengan Yesus Kristus sehingga konsekuensinya adalah hidup dengan menyangkal diri dan memanggul salib dengan tujuan memiliki keserupaan dengan Yesus Kristus. Memang tidak mudah dengan kondisi banyaknya kenikmatan dan godaan-godaan duniawi yang bisa mematikan jiwa. Tetapi saat kita terus berusaha hidup dengan penyangkalan diri dan panggul salib, maka orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Tuhan Yesus memberkati. (MHP)