Pewarta Kerajaan Allah

Renungan Sabtu 8 Juni 2019

Bacaan: Kis. 28:16-20,30-31Mzm. 11:4,5,7Yoh. 21:20-25

Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus. (Kis. 28:31)

Mewartakan kerajaan Allah adalah tugas bagi siapa saja yang telah dipanggil menjadi murid Kristus. Tidak perlu seseorang harus menjadi pandai dulu baru mewartakan Kerajaan Allah, tetapi harus sudah menjadi nadi bagi siapa saja yang telah menerima Kristus dalam hidupnya. Estafet pewartaan Kerajaan Allah telah dimulai dari Yesus kepada para murid. Yesus selalu memberikan teladan kepada para murid tentang bagaimana mengalami iman yang dalam kepada Allah, iman yang peka, hidup dan dinamis. Hingga akhirnya estafet pewartaan Kerajaan Allah sampai kepada kita.

Permasalahan yang dihadapi dari dulu hingga kini hampir sama. Ketika Yesus mengajarkan tentang kebenaran-kebenaran selalu mendapat tentangan, sampai Yesus dijatuhi hukuman mati di kayu salib, tanpa satu pun kesalahan yang Ia lakukan. Seperti halnya yang dialami oleh Paulus dalam mewartakan Kerajaan Allah, ia pun mendapat perlakuan yang tidak adil dari orang-orang Yerusalem.

Saudara-saudara, meskipun aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat istiadat nenek moyang kita, namun aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma. (Kis. 28:17)

Hal serupa pun akan dialami oleh siapa saja yang menjadikan diri sebagai pewarta Kerajaan Allah. Namun sebagai orang yang beriman kita percaya akan janji Yesus bahwa Dia akan menyertai kita sampai kepada akhir zaman.

Tetaplah dan teruslah menjadi pewarta Kerajaan Allah walau banyak rintangan yang harus dihadapi. Berkat Tuhan menyertai kita semua. Amin. (AJS)