Pelaku Firman

Renungan Rabu 12 Juni 2019

Bacaan: 2Kor. 3: 4-11Mzm. 99:5,6,7,8,9Mat. 5:17-19

Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Mat. 5:17)

Hukum Taurat mengajarkan untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatan dan segenap akal budi, dan  mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Tetapi Yesus datang untuk menggenapinya. Yesus memberi contoh betapa Ia rela menderita dan wafat di kayu salib untuk menebus dosa manusia, karena begitu besar kasih-Nya bagi kita. Yesus mengajarkan bagaimana mengasihi seperti Yesus mengasihi kita.

Apakah kita sungguh mampu mengasihi seperti Yesus mengasihi kita? 

Yesus mengajarkan bahwa ada dua hal penting untuk mendapat tempat dalam Kerajaan Allah: pertama, kita harus mengajarkan seluruh perintah Taurat dan kedua, kita melakukan semua ajaran itu. Bagi Yesus, hukum Taurat tidak memiliki arti jika hanya dipandang sebagai peraturan keagamaan saja, tetapi yang terpenting adalah menjalani dan menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. Yesus menghendaki kita melaksanakan perintah Allah bukan karena sekedar mentaati hukum atau karena takut berdosa, melainkan karena kita mengasihi-Nya. Yesus mengajak kita untuk tidak hanya menjadi pendengar dan pembaca firman, melainkan untuk menjadi pelaku firman.

Apakah kita sudah benar-benar menjadi pelaku firman? Atau hanya sekedar pendengar dan pembaca firman?

Apakah firman yang kita dengar dan baca sudah benar-benar menjiwai pikiran, perkataan dan perilaku sehari-hari di dalam keluarga, di dalam komunitas, dan di tengah masyarakat?

Doa: Tuhan, bimbinglah aku dalam menghayati dan melaksanakan firman dan kehendak-Mu, agar aku bukan hanya menjadi pendengar dan pembaca firman, tetapi terutama menjadi pelaku firman-Mu. Amin. (AMK)