Memimpin atau Dipimpin

Renungan Jumat 14 Juni 2019   

Bacaan: 2Kor 4: 7-15Mzm. 116:10-11,15-16,17-18Mat. 5:27-32

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. (Mat. 5:28)

Tuhan mengingatkan bahwa pikiranlah sumber kejatuhan manusia. Pikiran yang belum terwujud pun, dapat menjadikan kita jatuh dalam dosa. Bagaimana mencegah pikiran kita agar tidak nakal?

Memiliki sikap yang baik (dalam pikiran maupun tindakan) memerlukan pengendalian diri, menekan hawa nafsu dosa. Bila kita mulai bisa mengendalikan nafsu, maka tidak ada lagi yang mengganggu pikiran, yang dapat menyebabkan kita jatuh.

Injil hari ini berbicara dengan keras, bahwa apa pun juga yang menyebabkan kita jatuh, harus dikendalikan. Apakah mata? Apakah tangan? Apakah pikiran? Kalau semua itu menghalangi hidup dalam Roh, maka lebih baik semua penghalang itu dibuang. Perlu perjuangan untuk mengendalikan diri sendiri. Kita tidak membiarkan diri kita dipimpin oleh nafsu diri, tetapi kita yang memimpin semua keinginan kita. Kita yang memimpin apa yang kita pikirkan dan lakukan, bukan dipimpin oleh nafsu atau kedagingan kita.

Bila kita hidup menurut daging, kita hanya memikirkan hal-hal yang dari daging. Bila kita hidup menurut Roh, kita memikirkan hal-hal yang dari Roh. Kita yang harus  mengarahkan hidup kita, mau dipimpin/dikuasai daging atau menyerahkan diri dipimpin oleh Roh Kudus. Ya, benar, kita yang harus mengambil keputusan.

Marilah kita terus menerus belajar di dalam pergumulan hidup kita sehari-hari. Untuk mengalahkan kedagingan kita, untuk dipimpin oleh Roh Allah. Marilah kita mengubah sikap hidup kita, dengan membuka hati pada pimpinan Roh Kudus,  sehingga menjadi suatu kebiasaan hidup yang baru, pola hidup yang baru dan menghasilkan pertobatan yang terus menerus dalam hidup kita.

Doa: Tuhan Yesus Kristus, ampuni kami yang masih sering jatuh, terutama pikiran-pikiran yang nakal. Dengan pertolongan Roh Kudus, bantulah kami melawan kedagingan agar kami mempunyai pola hidup yang baru, pola hidup yang dipimpin oleh Roh. Semua ini kami mohon dalam nama Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin. (IDJ)