Memberi Dengan Sukacita

Renungan Rabu 19 Juni 2019

Bacaan: 2Kor. 9:6-11Mzm. 112:1-2,3-4,9Mat. 6:1-6,16-18

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (2 Kor. 9:7)

Setiap dari kita pasti pernah memberi. Mungkin sudah sering atau berulang kali kita lakukan. Namun apakah memberi adalah hal yang mudah? Di saat berlebih mungkin mudah tapi pada saat kita berkekurangan? Apakah tidak ada motivasi tertentu di saat memberi? Apakah kita memberi dengan kasih?

Di saat kecil saya termasuk anak yang pelit, kalau pun harus berbagi atau memberi, pasti yang saya berikan adalah barang yang tidak saya sukai. Suatu ketika ada dua orang teman datang bermain ke rumah, mata mereka tertuju ke minyak goreng bekas pakai yang akan dibuang dan mereka memintanya. Karena akan dibuang maka dengan sukarela orang tua saya memberikannya. Mereka menerima itu dengan sukacita. Ternyata minyak goreng bekas itu dipakai sebagai lauk untuk makan.

Kita bisa menjadi saluran yang mengalirkan berkat dan sukacita bagi orang lain. Tidak perlu harus berkelimpahan untuk bisa memberi. Tidak perlu teknik dan motivasi khusus untuk bisa memberi. Hanya diperlukan hati yang penuh kasih.

Hidup kita pun adalah sebuah pemberian. Dengan memberi kita hendak bersaksi bahwa Tuhan begitu memberkati kita. Ketika kita memberi hal positif, kita pun akan memperoleh kebahagiaan dan sukacita bersama-sama.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk memberi kami hidup yang begitu berharga, yang menyadarkan bahwa hidup kami pun adalah suatu pemberian. Jadikanlah kami pribadi yang penuh kasih, sehingga apa pun yang kami berikan digerakkan hanya oleh kasih bukan oleh maksud atau motivasi tertentu. (MEN)