Haus

Renungan Senin 10 Juni 2019,  Hari Perayaan St. Perawan Maria Bunda Gereja

Bacaan: Kej 3:9-15,20; atau Kis 1:12-14Mzm 87:1-2,3,5,6-7(Refren 3); Yoh 19:25-34

Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia?supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci?: “Aku haus!” (Yoh. 19:28)

Hari ini kita memperingati Santa Perawan Maria sebagai Bunda Gereja. Keteladanan Bunda Maria sangatlah patut kita ikuti, karena Bunda Maria taat dan setia pada Allah.

Apakah selama ini kita telah taat dan setia? 

Dalam injil Yohanes hari ini, tertulis kalimat “Aku haus”, kalimat tersebut diucapkan oleh Yesus sendiri, dan kita pun pasti juga pernah mengatakan ‘aku haus”. 

Haus mengandung dua macam pengertian, yaitu haus secara jasmani dan haus secara rohani (haus untuk mengenal Yesus lebih lagi).

Haus secara jasmani akan langsung selesai setelah minum, tetapi apabila kita haus secara rohani, maka kita harus mencari sumber air kehidupan, yaitu Yesus sendiri. Melalui firman-Nya, kita akan mendapatkan air kehidupan yang memberikan kelegaan secara rohani dan kepenuhan rohani kita. Namun, apakah kita sering menyadari akan kehausan rohani kita ataukah kita kurang memperhatikan kehausan rohani kita?

Walaupun tidak selalu dapat dirasakan, tetapi setiap jiwa memiliki suatu kehausan. Semakin bertumbuh di dalam iman akan Dia, kita akan semakin merasa haus dan ingin lebih daripada saat ini. 

Rasa haus secara rohani bisa kita beri kelegaan melalui pengenalan akan Yesus dengan lebih baik sehingga memuaskan rasa haus kita dengan membaca firman-Nya secara teratur, merenungkannya sepanjang hari, mengaplikasikan dalam hidup kita sehari-hari. Dengan demikian maka kita menjadi pelaku firman Tuhan, dan keteladanan Bunda Maria boleh menjadi gaya hidup kita juga. Persekutuan dengan Yesus yang memberi kelegaan tiada tandingnya oleh apapun juga sehingga semakin hari kita semakin taat dan setia pula kepada Bapa agar damai sukacita selalu ada di hati kita dan kita bisa menjadi teladan bagi sesama kita.

Doa: Ya Tuhan Yesus, kami seringkali haus secara rohani, namun kami kurang menyadarinya. Beri kami kepekaan agar kami mau membuka hati kami dan Engkau memenuhi kami dengan kasih-Mu yang tiada batas, sehingga semakin hari kami semakin taat dan setia seperti Bunda Maria dan kami juga boleh menjadi teladan bagi sesama kami. Sebab Engkaulah pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin. (IJW)