Dombaku Telah Kutemukan

Renungan Jumat 28 Juni 2019, Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus

Bacaan: Yeh. 34:11-16Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6Rm. 5:5b-11Luk. 15:3-7

Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. (Luk. 15:6)

Yesus memiliki hati yang penuh kasih dan belas kasih, hal ini dapat terlihat jelas dari cara Yesus yang senantiasa mencari orang berdosa dan orang-orang yang terpinggirkan dari masyarakat. Sangat berbeda dengan sikap kebanyakan orang masa kini – menghindar dan menjauh dari orang yang tidak sama atau berbeda dari dirinya. Orang-orang masa kini cenderung membuat batasan-batasan sehingga masyarakat menjadi terkotak-kotak.

Para ahli Taurat dan orang Farisi sangat menentang sikap Yesus yang mau bersosialisasi dan akrab dengan para orang-orang berdosa, dan memperlakukan mereka dengan baik dan penuh kasih. Orang berdosa harus disingkirkan jauh-jauh; jangan pernah berurusan dengan orang berdosa. Ajaran Yesus sangatlah berbeda – yaitu mencari, merangkul dan menerima mereka yang berdosa. Di hadapan Yesus, tidak ada seorang pun yang disingkirkan atau dikesampingkan, kecuali mereka sendiri yang memilih dan memutuskan untuk menjauh dari komunitas karena ketidakpercayaan.

Apa yang dapat kita pelajari dari cerita tentang domba yang hilang dalam kaitannya dengan Allah dan kerajaan-Nya?

Domba termasuk golongan hewan yang hidup dalam kelompok sehingga bila ada yang terlepas dari kawanannya, domba yang satu ini akan mudah panik dan menjadi “liar” – berlari kian kemari tak tentu arahnya. Sang gembala yang kenal akan domba-dombanya, akan terus mencari sampai dia menemukan dombanya yang hilang.  Apabila keuletannya membuahkan hasil, si gembala pun akan bersukacita bersama seluruh kawanan domba tersebut. Kecemasan dan kesedihan hati si gembala segera terobati ketika dia menemukan domba yang tersesat tadi dan berhasil mengembalikan domba tersebut ke dalam kawanannya.

Cerita ini mengingatkan saya akan pengalaman masa kecil bersama adik-adik. Kami semua diberi seekor ayam untuk kami pelihara. Satu hari ayam jantan yang sangat bagus milik adik saya lepas dari kandangnya dan “hilang”. Adik saya sangat sedih dan dia terus berkeliling di area sekitar rumah dan juga rumah tetangga mencari ayam jantannya itu. Menjelang sore, adik saya duduk termenung sambil tetap memperhatikan keadaan di sekeliling. Tiba-tiba dia loncat dan berlari kencang yang membuat kami semua kaget. Ternyata di kejauhan dia melihat seeorang menggendong ayam jantannya dan mau mengembalikan kepada  adik saya. Kegembiraan yang luar biasa terpancar dari wajah adik saya sewaktu dia pulang menbawa ayamnya yang “hilang”.  Kira-kira seperti itulah Allah merindukan untuk dapat mengajak kita bersatu di dalam Dia.

Itulah sebabnya dikatakan bahwa seluruh isi surga akan bersuka cita apabila ada satu orang berdosa bertobat dan memulihkan hubungannya dengan Allah. Seandainya salah satu dari anggota keluarga kita memisahkan diri dari dan menjadi orang yang “terhilang”, tidakkah kita terus berusaha untuk merangkulnya kembali untuk kembali bersatu dengan keluarga besar kita?

Doa: Tuhan Yesus, biarlah terang-Mu mengusir kegelapan sehingga yang tersembunyi dan yang hilang dapat ditemukan dan dipulihkan. Semoga terang-Mu tetap bersinar melalui diriku sehingga orang-orang boleh melihat kebenaran dan kasih-Mu, menemukan pengharapan dan damai sejahtera di dalam Engkau. Hapuskanlah keragu-raguanku akan belas kasih dan kerahiman-Mu yang telah Engkau nyatakan melalui kematian dan kebangkitan-Mu. Penuhilah aku dengan kasih-Mu yang mengubahkan agar aku pun dapat mempunyai belas kasih seperti Engkau yang senantiasa berbelas kasih dan rahim adanya. (MM)