Bersaksi Bagi Kristus

Renungan Kamis 6 Juni 2019

Bacaan: Kis. 22:30; 23:6-11; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Yoh. 17:20-26

Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.” (Kis. 23:11)

Baru-baru ini saya tersentuh dengan kata-kata seorang Oma yang bercerita pada kami. Oma ini pernah mengalami sakit yang cukup parah, sehingga harus opname di rumah sakit selama dua minggu. Sewaktu Oma ini sakit, banyak saudara dan teman-temannya yang mengunjungi dan mendoakannya. Ada di antara teman-teman yang mendoakannya secara Katolik walaupun Oma ini bukan seorang Katolik. Oma ini senang didoakan secara Katolik, dengan rangkaian Doa Bapa Kami dan Salam Maria.

Karena sering didoakan oleh temannya, lama-lama Oma ini belajar Doa Bapa Kami seingatnya. Oma ini akhirnya sembuh, dan dia percaya Tuhan Yesus yang menyembuhkannya.

Walaupun Oma itu saat ini masih belum Katolik, dia tidak pernah lupa menyebutkan terima kasih kepada Tuhan Yesus dan memohon Bunda Maria untuk mendoakan.

Adik Oma ini melarangnya dengan supaya tidak menyebut nama Yesus. Namun Oma ini menjawab bahwa Yesus itu milik semua orang yang percaya di seluruh dunia.

Saya yang ikut mendengarkan cerita Oma itu berkata, “Benar, Tuhan Yesus milik siapa saja yang percaya kepada-Nya. Yesus menyembuhkan banyak orang sakit, Yesus memberi kedamaian dan ketentraman bagi semua umat manusia. Kasih Tuhan Yesus diberikan kepada siapa saja yang mau menerima Yesus dengan hati terbuka.”

Dalam bacaan dari Kisah Para Rasul 23:11, pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”

Lalu bagaimana dengan kita sebagai umat Katolik? Apakah kita mau dan sanggup menjadi saksi Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari?

Pada masa Novena Pentakosta ini, kita mohon Tuhan menguatkan hati kita, agar kita juga menjadi saksi-Nya, bukan hanya dalam lingkup keluarga, namun juga berani bersaksi untuk orang lain yang belum mengenal Yesus.

Doa: Tuhan Yesus, ajari kami untuk selalu siap menjadi saksi-Mu, agar semakin banyak orang yang beroleh keselamatan. Amin. (DLD)