Yesus Adalah Terang Dunia

Renungan Rabu 15 Mei 2019

Bacaan: Kis. 12:24-13:5a; Mzm.  67:2-3.5.6.8; Yoh. 12:44-50

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepadaKu, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataanKu, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. (Yoh. 12:46-47)

Yesus mengingatkan saya bahwa Dia telah datang kedalam dunia sebagai terang supaya saya yang percaya kepada Yesus tidak tinggal di dalam kegelapan lagi, apapun masalah yang saya hadapi dalam kehidupan saya sehari hari.

Ternyata di dalam kehidupan sehari-hari, tanpa saya sadari, saya sering lupa kepada Sabda Tuhan. Bila dalam lingkungan rohani, Sabda Allah saya rasakan sangat kuat. Tetapi bila berada di dalam realitas kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, atau pun pelayanan, terkadang timbul perasaan kuatir melihat ada hal-hal yang belum selesai, dan saya merasa dalam kegelapan.

Saat ini Tuhan Yesus mengingatkan saya kembali supaya saya lebih menyadari bahwa sebagai murid Yesus saya perlu selalu mengingat bahwa segala peristiwa dalam hidup ini, walaupun dalam situasi yang sangat  sulit sekalipun, situasi yang tidak menentu, tetap percaya Tuhan sebagai Terang yang akan selalu membimbing saya, menggandeng saya, menguatkan saya dan menghibur saya.

Saat saya mendapat telepon bahwa ayah mertua saya sakit dan tidak bisa bangun dari tidurnya, saya merasa kuatir. Karena hari tengah malam, tidak ada dokter yang buka praktek. Saya dan keluarga baru pulang dari luar kota, dalam kondisi yang sangat capai dan kurang sehat, serta saat itu tidak bisa berpikir jernih, semua terasa gelap memikirkan apa yg terjadi dengan mertua saya. Dalam kondisi putus asa, saya dan suami berdoa dan berpasrah kepada  Tuhan. Keesokan harinya, bahkan ketika dalam perjalanan ke rumah mertua saya, kami juga masih belum mengetahui harus dibawa ke dokter atau ke rumah sakit mana yang paling baik.

Saya bersyukur karena saat masih dalam perjalanan, Tuhan membantu dan mengingatkan saya, kalau kami ada kenalan dokter yang dulu pernah merawat ibu saya, yang bersedia dipanggil untuk memeriksa mertua saya. Dan setelah diperiksa dokter, ternyata ayah mertua saya tidak apa-apa, hanya kurang istirahat karena tidak bisa tidur sehingga kemudia oleh dokter diberi vitamin.

Sungguh Tuhan sebagai terang dalam hidup saya, yang memimpin saya dalam mengambil keputusan, sehingga mertua saya tidak perlu masuk rumah sakit, yang membuatnya diberi bermacam-macam obat, yang mungkin memberi dampak yang kurang baik dalam tubuh mertua saya.

Terima kasih Tuhan. Engkau adalah Terang dalam hidupku. Semoga kita semua tetap setia kepada Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Ksm