Tetap Setia

Renungan Sabtu 11 Mei  2019

Bacaan: Kis. 9:31-42Mzm. 116:12-13,14-15,16-17Yoh. 6:60-69

“Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal” (Yoh. 6:68).

Kehidupan Kristen yang dewasa tidak terjadi secara otomatis, tetapi perlu proses dan waktu. Sebagaimana tubuh jasmani kita membutuhkan makanan setiap hari, begitu pula dengan manusia roh kita, harus makan makanan rohani (firman Tuhan) secara teratur setiap hari, supaya kita memiliki roh yang kuat. Orang yang rohnya kuat mampu melakukan kehendak Allah dan ada kuasa yang akan mengubah seluruh pandangan hidupnya, dari hidup yang berpusat pada diri sendiri kepada hidup yang berpusat kepada Tuhan; tidak lagi berorientasi kepada perkara duniawi melainkan kepada perkara yang bernilai kekal. Inilah tanda kedewasaan rohani seseorang yaitu senantiasa haus dan lapar akan kebenaran firman Tuhan. 

Injil hari ini menceritakan sesuatu hal yang sulit diterima oleh murid-murid Yesus dan mengalami penolakan dari banyak orang Yahudi setelah Yesus menyelesaikan ajaran-Nya tentang Roti Hidup. Sebab hal ini hanya bisa dipahami secara rohani (oleh iman); orang yang rohnya lemah tidak akan mampu memahaminya, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan. Meskipun beberapa murid tidak kuat dan meninggalkan Tuhan, kedua belas murid-Nya yang diwakili Petrus tetap setia. Petrus menegaskan: ”Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” Petrus bersama murid lainnya tidak mau meninggalkan Yesus karena mereka telah percaya dan mencintai Dia. Bagi mereka Yesus lebih dari segalanya. Orang yang rohnya kuat, peka terhadap kehadiran Tuhan dan mampu merasakan kebaikan-kebaikan-Nya dan hatinya selalu bergelora untuk membalas kebaikan-kebaikan-Nya itu; seperti yang pemazmur katakan: “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?”  (Mazmur 116:12). Dia juga punya kepedulian yang tinggi terhadap orang lain sehingga dia suka memberi dan berbagi. Salah satu perkataan Yesus bahwa bagi orang yang percaya kepada-Nya dapat melakukan perbuatan-perbuatan mukjizat seperti yang Ia lakukan (Yoh. 14:12 ). Hal ini digenapi oleh Petrus yang mengungkapkan cintanya kepada Tuhan dengan melakukan pelayanan penginjilan, menyembuhkan orang sakit (Kis. 9:34), bahkan membangkitkan orang mati (Kis. 9:40).

Sahabat, saat ini Yesus juga bertanya kepada kita: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Semoga hati kita selalu terbuka terhadap setiap perkataan Tuhan yang menuntun kita kepada hidup kekal dan memampukan kita untuk tetap setia kepada-Nya.

Doa: Tuhan Yesus, buatlah aku setia dalam iman kepercayaan kepada-Mu, walau rintangan menghalangi. Semoga pengalaman iman akan Ekaristi di mana  Engkau memberi diri-Mu bagiku, aku pun siap berbagi dengan sukacita kepada orang-orang di sekitarku. Amin. (FHM)