Teruslah Mengikuti Tuhan

Renungan Senin 27 Mei 2019

Bacaan: Kis. 16:11-15Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9bYoh. 15:26-16:4a

Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. (Yoh. 16:2-3)

Shalom, sahabat terkasih di dalam Kristus.

Berbicara tentang menjadi pengikut, ingatan kita langsung teringat Pemilu yang baru saja kita lalui. Bangsa ini seolah-olah terbagi menjadi dua kubu. Sama-sama kuat, sama-sama ulet, sehingga kalau berdebat tidak pernah ada habisnya. Pengikut atau pendukung atau apapun namanya, pastilah orang-orang yang mencintai siapa atau apa yang didukungnya. Bahkan sampai ada istilah cinta sampai mati kepada siapa atau apa yang didukungnya. Dari sisi orang yang didukung, pasti ada janji-janji atau sesuatu yang diharapkan para pendukungnya, misal kalau konteksnya seorang presiden, maka sang presiden akan berjuang untuk kesejahteraan rakyatnya. Kita sebut dua pihak ini sebagai pengikut dan tuan.

Hari ini, Tuhan Yesus juga berbicara tentang pengikut dan tuan. Namun ada hal yang sangat berbeda, kalau tuan yang ada di dunia ini menjanjikan semua yang terbaik bagi pengikutnya, bahkan kalau perlu itu hanya sebatas janji palsu, yang penting dapat pengikut sebanyak-sebanyaknya. Yang Tuhan lakukan di sini bukan mencari pengikut sebanyak-banyaknya melalui janji-janji palsu, tapi melalui satu peringatan yang keras, “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.” (Yoh. 16:2).

Tuhan Yesus mengingatkan para pengikut-Nya, suatu realita yang akan mereka hadapi, yaitu penganiayaan dan penindasan. Tidak pernah mudah menjadi pengikut Tuhan, ada banyak hambatan dan tantangan yang akan dihadapi. Contohnya adalah hidup Tuhan sendiri, sudah melakukan banyak hal baik yang dirindukan banyak orang, kesembuhan, pemulihan, mukjizat, bahkan membangkitkan orang mati, tetapi tidak membuat orang bertobat dan berbalik kepada Allah. Kematian Tuhan Yesus dalam kacamata duniawi adalah kegagalan total dari seorang tuan atau pemimpin.

Sahabat, firman Tuhan hari ini bukan untuk membuat kita lari menjauh dari Tuhan, karena tidak ada satu orang pun yang mengaharapkan mengalami penindasan atau bahkan harus dibunuh. Janji keselamatan yang Tuhan sampaikan dua ribu tahun yang lalu adalah janji yang kekal dari seorang pemilik dunia ini, termasuk pemilik diri kita. Kematian dan alam maut tidak pernah bisa menghalangi kuasa Tuhan Yesus. Maka, kalau Tuhan harus mengalami penderitaan dan aniaya, bahkan harus mati di salib, adalah satu keberuntungan bagi kita, kalau kita diizinkan mengikuti jejak-Nya, ditindas, dianiaya, bahkan dibunuh, karena kita pun akan bangkit bersama Tuhan Yesus. Jangan berhenti menjadi pengikut Tuhan Yesus hanya karena adanya ancaman akan hidup kita, jangan berhenti bersaksi tentang keselamatan dan hidup kekal yang Tuhan janjikan, “tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” (Yoh. 15:27).

Mari sahabat, persiapkan diri sebaik-baiknya, jangan takut penderitaan yang akan kita alami, karena Tuhan Yesus tahu batas kekuatan kita, bahkan Dia sudah memberikan Roh Kudus sebagai sumber kekuatan dan penghiburan bagi kita.

Selamat beraktivitas dan teruslah bersaksi bagi nama Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (BVJSW)