Kasih dan Firman

Renungan Senin 20 Mei 2019

Bacaan: Kis. 14:5-18 ; Mzm. 115:1-2.3-4.15-16 ; Yoh. 14:21-26

Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.” (Yoh. 14:23)

Dalam kehidupan manusia, pada umumnya orang memiliki kecenderungan untuk berhenti berusaha ketika mengalami tantangan dan kesulitan. Rasanya tidak ada satu hal pun yang dapat dilakukan termasuk melaksanakan perintah Tuhan. Hal itu terjadi karena kurang menyertakan peran serta Tuhan. Tandanya adalah ketika orang mudah kecewa, mengeluh dan putus asa. Peristiwa tersebut juga pernah saya alami ketika saya mengalami persoalan yang menyedihkan, saya tidak datang kepada Tuhan tetapi sebaliknya, saya marah kepada Tuhan. Doa saya tidak berisi rasa syukur, tetapi malah menyatakan kekecewaan.

Injil Yohanes yang kita baca hari ini, Tuhan Yesus menyampaikan tentang kasih dan firman Tuhan yang merupakan satu kesatuan. Yesus menekankan dalam sabda-Nya: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti Firman-Ku”. Tanda bahwa seseorang mengasihi Tuhan tampak dalam ketaatan pada firman-Nya. Kasih pada Tuhan tidak hanya ditunjukkan dalam doa atau ke gereja saja, tetapi juga kepatuhan menaati perintah-Nya dengan penuh ketekunan, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku”. Jadi dalam keadaan apapun baik sedih, senang ataupun kecewa, kita seharusnya tetap berpegang teguh pada firman Tuhan. Kita tetap menyandarkan diri dan berserah kepada-Nya. Hal tersebut juga saya lakukan ketika saya merasakan jamahan Roh Kudus yang menyadarkan bahwa saya tetap harus datang kepada Tuhan dalam keadaan apapun. Karena memang tanpa penyertaan Tuhan kita tidak berdaya sama sekali.

Firman Tuhan tidak cukup untuk didengarkan tetapi harus pula dilaksanakan. Dengan kata lain, kasih kepada Allah menjadi nyata dalam tindakan kasih kepada sesama, terutama dalam keseharian. Kita sebagai pengikut Kristus harus bertekun dalam melaksanakan perintah-Nya sebagai ungkapan kasih terhadap Kristus. Meskipun Yesus secara fisik tidak bersama kita, namun Dia menjanjikan penghibur yaitu Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita. Roh Kudus sebagai penghibur adalah wujud kehadiran Yesus dalam diri kita yang bekerja berdasarkan kasih.

Doa: Tuhan Yesus, jadikanlah aku murid-Mu yang setia dalam menjalankan perintah-perintah-Mu agar aku semakin mencintai Engkau dan mengasihi sesamaku. Amin. (EHR)