Indah Bagi Kemuliaan Allah

Renungan Minggu 5 Mei 2019, Hari Minggu Paskah III

Bacaan: Kis. 5:27b-32.40b-41 ; Mzm. 30:2.4.5.6.11.12a.13b ; Why. 5:11-14 ; Yoh. 21:1-19

Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (Yoh. 21:16b)

Betapa sering dan mudahnya kita sebagai orang Kristen Katolik melupakan bahkan meninggalkan Yesus yang tadinya kita percaya. Yesus sebagai Putra Allah dan Juru Selamat, menjadi kekuatan dan yang kita imani. Yesus  membawa kehidupan baru bagi kita umat manusia. Kadang kita terlalu menyibukkan diri dengan urusan sehari-hari, pekerjaan kita dan lain-lain, sehingga kita lupa bahwa Yesus selalu hadir dalam kehidupan kita itu.

Seperti ketika Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias. Murid-murid ini telah mengikuti Yesus selama tiga tahun lebih sebelum Yesus disalib dan mati. Namun mereka tidak peka akan kehadiran Yesus.

Setelah kejadian murid-murid Yesus di pantai danau Tiberias, di mana untuk ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, Yesus menanyakan tiga kali pertanyaan yang sama kepada Petrus tentang apakah dia mengasihi-Nya dan Petrus memberikan jawaban yang sama pula sebanyak tiga kali kalau dia sungguh mengasihi Yesus. Atas jawaban Petrus itu, Yesus memberikan perintah yang sama untuk Petrus menggembalakan domba-domba-Nya, meski sebelumnya Petrus merasa bersalah karena telah pergi menjauh meninggalkan Yesus. Pemulihan karena kasih Yesus, membuat kita bangkit kembali dan melakukan rencana Allah Bapa bersama-Nya dalam kuat kuasa Roh Kudus yang telah diberikan-Nya pada kita.

Dalam peristiwa ini kita dapat belajar karakter Yesus yang penuh kasih, kesabaran, lemah lembut dan penguasaan diri. Yesus dapat melihat secara mendalam melampaui kelemahan dan kegagalan murid-murid-Nya. Dia dapat merasakan dan menerima kegelisahan, kekhawatiran dan ketakutan murid-murid-Nya, dengan tetap menawarkan solusi yang diperlukan, yang pada akhirnya membuat para murid-Nya sadar, bangun, percaya dan dipenuhi sukacita. Bagaimana dengan kita bila kita yang ditinggalkan keluarga ataupun teman-teman kita?

Pertanyaan dan perintah yang sama diberikan pada kita semua sebagai murid dan pelayan Tuhan. Karena Tuhan pun mau mempercayai setiap kita, untuk berani bangkit dan maju membawa jiwa-jiwa ke Kerajaan Allah.

Memang suatu tugas yang tidak mudah dalam kehidupan kita ini, tetapi sangat indah bila menjalankannya bersama Yesus dalam kuasa pimpinan Roh Kudus. Semua hanya  bagi kemuliaan Allah. (WYN)