Gelap dan Terang

Rabu 1 Mei 2019, St. Yusuf Pekerja

Bacaan: Kis. 5:17-26; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; Yoh. 3:16-21

Shalom semua saudara yang dikasihi Tuhan Yesus.

Jika kita berada di suatu tempat pada malam hari dan tiba-tiba lampunya mati, pasti kita akan bingung dan berusaha mencari lilin atau lampu darurat supaya menjadi terang karena pada dasarnya kita lebih menyukai suasana terang.

Tuhan Yesus sudah menebus kita dari kegelapan dan kita semua menjadi anak-anak Terang yang bercahaya dalam kegelapan dan kita harus percaya total kepada-Nya.

Menyadari hal ini, saya pribadi berusaha terus belajar dan belajar lagi untuk melakukan teladan Yesus, meskipun masih jatuh bangun.

Saya renungkan Injil Yohanes 3:21, Tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.

Suatu kali saya pernah marah dan membuat orang sakit hati sehingga saya jatuh dalam kegelapan. Hal tersebut sangat mengganggu pikiran saya, lalu saya berusaha mencari terang. Saya minta ampun kepada Tuhan, mengaku dosa dan konseling kepada tiga imam dan meminta ampun kepada orang yang saya sakiti itu.

Nasehat ketiga imam tersebut sama bahwa saya harus mendoakan orang tersebut dan salah satu imam mengatakan agar saya berdoa rosario setiap hari dengan peristiwa sedih.

Puji Tuhan, dengan merenungkan setiap peristiwa sedih tersebut saya merasa kuasa kasih Tuhan yang luar biasa.

Saya percaya, hanya dengan membuka diri, menyediakan diri dan tidak menolak, orang dapat bebas keluar dari hukuman, menerima kuasa menjadi anak Allah.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yoh. 3:17)

Doa: Terima kasih Tuhan Yesus atas kasih karunia-Mu yang sangat besar. Engkaulah Sang Terang yang menerangi kegelapan, hanya kepada-Mu saya serahkan hidup saya dan tambahkanlah iman saya. Amin. (MGND)