Yesus Pemersatu Bangsa

Renungan Sabtu 13 April 2019

Bacaan: Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12ab,13Yoh. 11:45-56

Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. (Yoh. 11:51-52)

Waktu saya kecil, ketika berlibur dengan keluarga, saya sering pergi ke daerah pegunungan. Ketika di sana, saya pasti menyempatkan diri berkuda sampai ke pelosok desa. Kulit saya yang putih menimbulkan beberapa teriakan yang berbau rasis dari anak-anak di desa itu. 

Sebagai umat Katolik, kita termasuk golongan minoritas dari keragaman agama yang ada di negeri kita tercinta ini. Injil hari ini memberikan harapan bagi kita umat Katolik, bahwa melalui pengorbanan dan darah Yesus, yang diteguhkan oleh nubuat Kayafas, menyatakan bahwa Yesus akan mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai- berai. Dalam bacaan pertama hari ini, Allah juga berjanji akan menjadikan Israel yang terdiri dari banyak suku, menjadi satu bangsa (Yeh. 37:22).

Beberapa hari lagi tepatnya tanggal 17 April 2019, negara kita akan mengadakan pemilihan umum. Negara kita, memiliki kesamaan dengan bangsa Israel yang memiliki banyak suku bangsa. Kita sangat membutuhkan sosok yang bisa memimpin bangsa kita untuk bersatu. Sosok pimpinan yang memiliki kemampuan untuk bisa merangkul semua perbedaan yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, meskipun kita hanya minoritas dari bangsa Indonesia, kita harus berani menyuarakan suara kita. Satu suara dari kita pasti akan sangat berarti bagi terwujudnya persatuan Bangsa Indonesia yang kita cintai ini.

Doa: Allah Bapa, Engkau berjanji akan menyatukan seluruh umat Israel dan menjadikannya satu bangsa. Engkau juga telah rela mengorbankan Putra-Mu yang terkasih, Yesus Kristus, untuk mempersatukan semua bangsa yang tercerai-berai. Sebentar lagi, tanggal 17 April tahun ini, kami bangsa Indonesia akan mengadakan pemilihan umum. Kiranya jauhkanlah kami ya Bapa dari si jahat, yang ingin memecah-belah kami. Bantulah kami umat-Mu agar terpilih pemimpin yang bisa melindungi dan menaungi kami, sehingga kami bangsa Indonesia menjadi satu negara yang warganya memiliki toleransi yang tinggi terhadap perbedaan suku, agama dan golongan. Kami panjatkan doa ini dengan perantaraan Yesus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin. (AlX)