Sebab Kamu Telah Mati

Renungan Minggu 21 April 2019

Bacaan: Kis. 10:34a.37-43; Mzm. 118:1-2.16ab-17.22-23; Kol. 3:1-4; Yoh. 20:1-9

“Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus.” (Kol. 3:3)

Bila mendengar kata mati selalu terlintas di pikiran adalah suatu akhir dari kehidupan. Di saat kita hidup dalam dosa sesungguhnya hidup kita bisa dikatakan telah mati. Tetapi di saat kita mati bersama Kristus yang terjadi adalah manusia lama kita yang penuh dosa yang mati.

Kalau diibaratkan seperti pakaian, tidak mungkin seseorang yang hendak memakai baju yang baru tanpa terlebih dahulu menanggalkan bajunya yang lama. Untuk mendapatkan hidup yang baru, hidup lama harus dimatikan terlebih dahulu. Hidup lama telah diganti dengan hidup baru di dalam Kristus. Manusia baru, mempunyai bagian dalam hidup Kristus yang telah bangkit dan dimuliakan. Meskipun hidup yang baru tersebut masih tersembunyi bagi mata manusia.

Sejak umur tujuh belas tahun, saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, tapi saya tidak menanggalkan baju yang lama. Artinya Yesus sebagai Juru Selamat hanya saya terima dan simpan tanpa memakainya. Sehingga tidak ada sesuatu pun dalam hidup saya yang berubah, malahan semakin jatuh ke dalam dosa. Saya tidak mematikan manusia lama dan menggantikannya dengan manusia baru. Padahal untuk memulai sesuatu yang baru, harus ada yang dimatikan atau diakhiri terlebih dahulu. Puji Tuhan saat ini apa yang dulunya telah saya terima tapi hanya disimpan, telah saya gunakan. Saya dimampukan untuk mematikan manusia lama dan memulai hidup baru bersama Kristus.

Sesuatu yang baru suatu saat akan menjadi usang. Tantangan, godaan, cobaan akan selalu datang silih berganti yang menyebabkan baju yang putih bersih tadi akan menjadi usang dan kumal juga nantinya. Tapi ingat, “sebab kamu telah mati”, maka perbaruilah selalu hidup baru yang telah Yesus berikan, dengan cara selalu haus dan lapar akan firman Tuhan dan memiliki kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan lebih lagi. Sehingga yang putih bersih akan selalu tetap menjadi putih bersih.

Doa: Terima kasih Yesus untuk tidak pernah berhenti berharap kepadaku. Saya yang usang dan kumal ini tidak pernah Engkau biarkan, tetapi semakin Engkau benamkan dalam kasih-Mu. Kasih-Mu mengubah segala yang usang dan kumal menjadi putih bersih. Kasih-Mu mengubah yang lama menjadi baru. Mampukan saya untuk selalu menjadi putih dan bersih di hadapan-Mu Tuhan. Amin. (MEN)