Murid Yang Taat Setia

Renungan Rabu 17 April 2019

Bacaan: Yes. 50:4-9a ; Mzm 69:8-10.21bcd-22.31.33-34 ; Mat. 26:14-25

“Tuhan Allah telah membuka telingaku dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang” (Yes. 50:5)

Dalam bacaan dari kitab nabi Yesaya hari ini, kita menjumpai banyak kata-kata antagonis yang menggambarkan situasi yang berlawanan dengan keadaan yang diinginkan manusia pada umumnya. Nabi Yesaya mengatakan bahwa dia tidak memberontak ketika Tuhan membuka telinganya, memberikan punggungnya kepada orang yang memukulnya, dan memberikan pipinya kepada orang yang mencabut janggutnya. Nabi Yesaya ingin menegaskan bahwa untuk menjadi pelayan Allah tidaklah mudah. Diperlukan banyak penyangkalan diri, ketaatan, dan pengorbanan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun tidak lepas dari tekanan-tekanan oleh orang-orang di sekitar kita. Bisa berupa kata-kata yang kasar, kemarahan, caci maki, sakit hati; dimana semuanya itu sulit kita control. Kita pun sering gagal mengendalikan dan menguasai diri dalam menjalani hidup sebagai utusan Allah.

Namun ternyata ketika kita tidak putus asa, mau taat dan setia serta dengan teguh melaksanakan apa yang Tuhan ajarkan kepada kita, maka Dia yang adalah Allah yang setia, akan menolong dan menyertai kita. Allah sungguh menjadi Gunung batu umat-Nya. Dia menjamin bahwa kita tidak akan mendapat malu, karena tak akan ada yang dapat menjadi lawan kita bila Allah ada di pihak kita.

Kita juga dapat melihat dalam kisah pelayanan Tuhan Yesus, bagaimana Ia tampil menjadi “Hamba Tuhan” yang setia kepada Bapa-Nya yang di surga. Memiliki Lidah seorang murid, yang artinya bahwa semua sabda yang keluar dari perkataan-Nya memberikan semangat baru kepada setiap orang yang mendengar dan sekaligus menjadi keselamatan manusia. Memiliki Pendengaran seperti seorang murid yang artinya bahwa kekuatan dalam pelayanan Tuhan Yesus adalah karena kesetiaan-Nya kepada Bapa-Nya yang di surga. Dia berbuat dan bertindak dengan selalu mendengarkan tuntunan Tuhan.

Doa: Ya Bapa, kami mau menjadi murid-murid-Mu, yang memiliki lidah seorang murid agar perkataan kami dapat memberi semangat baru kepada sesama kami dan mempunyai telinga seorang murid untuk mendengarkan sabda-Mu. Untuk itu, mampukan kami taat kepada kehendak-Mu dengan siap berkorban dan menyangkal diri, serta hindarkan pula kami dari rasa putus asa dalam menghadapi kesusahan dan kesulitan hidup ini, karena kami percaya bahwa Engkau adalah Allah yang setia, yang tak pernah meninggalkan dan selalu menolong orang-orang yang mengandalkan Engkau. Sehingga kami pun boleh menjadi murid-murid-Mu yang siap diutus. Demi Kristus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.(Mm)