Mengapa Masih Ragu Dan Kurang Percaya?

Renungan Kamis 25 April 2019

Bacaan: Kis. 3:11-26 ; Mzm. 8:2a.5.6-7.8-9 ; Luk. 24:35-48.

Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? (Luk. 24:38)

Wafat dan kebangkitan Kristus sungguh-sungguh memberi pengalaman iman yang luar biasa bagi kita semua tak terkecuali murid-murid Yesus sendiri, yang pada saat itu juga mengalami situasi berat tanpa Yesus. Rasa takut, gelisah, ragu-ragu, dan lain sebagainya, terus-menerus menghantui perasaan para murid. Tetapi Yesus tetap menyertai para murid-Nya dengan penuh kasih, melalui “Damai sejahtera bagi kamu” dan membuka pikiran mereka untuk mengalami kehadiran Yesus sepanjang perjalanan hidup mereka.

Saya yang sudah dibaptis seringkali masih mengalami keragu-raguan dalam menghadapi permasalahan kehidupan, sehingga pertanyaan Yesus yang disampaikan kepada saya, ”Mengapa kamu terkejut? Apa sebabnya kamu ragu-ragu?” selalu menjadi bahan introspeksi pribadi bagi saya, dan mengingatkan saya bahwa semangat hidup rohani (melekat kepada Yesus) harus ditumbuhkan terus-menerus. Perlu belajar menjadi saksi Kristus di jaman sekarang di tengah masyarakat.

Pertobatan atas dosa dan mengakui kelemahan saya sendiri, menunjukkan bahwa saya membutuhkan tangan Tuhan untuk menopang kelemahan saya. Yesus sendiri terus-menerus meyakinkan saya untuk percaya kepada-Nya dan tetap bersandar kepada-Nya dalam segala hal sehingga tidak ada rasa khawatir dan ragu-ragu lagi.

Tuhan Yesus sudah menderita disalib karena dosa-dosa kita. Melalui darah Yesus seluruh dosa kesalahan kita dihapus-Nya. Apakah kita masih kurang percaya kepada-Nya? Bagaimana seharusnya kita menghargai pengorbanan-Nya?

Doa: Allah Bapa Yang Maha Murah, ampunilah kami anak-anak-Mu yang selalui menyakiti-Mu. Berilah kami anugerah untuk mengerti, percaya dan merasakan kehadiran-Mu setiap hari dalam perjalanan hidup kami. Mampukan kami menjadi saksi-Mu, serta garam dan terang bagi sesama kami. Terima kasih Bapa untuk penyertaan dan kebaikan-Mu. Demi Kristus pengantara kami. Amin.