Memperoleh Kristus

Renungan Minggu 7 April 2019

Bacaan : Yes. 43:16-21 ; Mzm. 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6 ; Flp. 3:8-14 ; Yoh.8:1-11

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus (Flp 3:8)

Seminggu yang lalu, kami ikut rekoleksi di Sasana Krida Jati Jejer. Dalam acara rekoleksi itu, saya mengenal seorang Frater yang sedang belajar melayani Tuhan dengan cintanya. Frater ini sungguh sangat rendah hati, mau melayani orang yang sedang sakit, memapahnya dan menuntunnya untuk berjalan, serta menemani berbincang-bincang.

Setelah berbincang-bincang dengannya, kami pun menjadi akrab. Kami menjadi akrab bukan karena statusnya sebagai seorang Frater, calon imam, namun karena Frater ini seorang yang mau melayani Tuhan, karena telah memperoleh kasih Kristus. Seperti dalam Flp 3:8 “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”

Frater ini sudah pernah bekerja di Singapura sambil melanjutkan pendidikan Strata 2 Teknik Sipil. Suatu pendidikan yang tinggi bagi kebanyakan orang muda, yang nantinya akan membuatnya mendapatkan pekerjaan yang mapan. Namun Frater ini mau melepaskan semuanya itu untuk mengikuti suara hatinya dalam panggilan yang luhur yaitu menjadi seorang imam. Frater ini terpanggil untuk melayani sesamanya.

Seperti yang Rasul Paulus katakan dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, bahwa pengenalan akan Yesus Kristus lebih berarti dibandingkan dengan segala sesuatu yang telah Saulus dapatkan. Nama, pangkat, kedudukan, wibawa; semuanya itu telah Saulus dapatkan, bahkan sejak masa mudanya. Namun itu semua ditinggalkan begitu saja sejak Saulus mengenal Yesus Kristus dan akhirnya menjadi murid-Nya, serta mengubah namanya menjadi Paulus.

Pengenalan akan YESUS KRISTUS, Sang JALAN, KEBENARAN dan HIDUP, ALLAH yang penuh kasih, Allah yang tidak memperhitungkan kesalahan umat-Nya, Allah yang telah membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sedang tumbuh. Seperti dalam Yes 43:19a “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?” Dalam Yoh 8:11 Yesus juga mengatakan “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Yesus yang penuh kasih tidak menghukum wanita yang kedapatan berbuat zinah itu, tetapi menyuruh wanita itu untuk pergi dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.

Inilah yang menjadi kekuatan bagi kita, dalam masa Prapaskah ini, dimana Tuhan yang Maha Rahim mengampuni dosa kita. Tuhan juga sedang membuat sesuatu yang baru, yang tumbuh dalam hati kita, supaya kita memperoleh KRISTUS yang penuh kasih.

Doa : Allah Bapa yang Maha Rahim, ampunilah dosa dan kesalahan kami, dan isilah hati kami dengan Roh Kudus yang penuh kasih, supaya kasih-Mu juga dapat dinikmati oleh sesama kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin. (DLD).