Kebenaran Yang Memerdekakan

Renungan Rabu 10 April 2019

Bacaan: Dan. 3:14-20.24-25.28 ; T.Dan. 3:52.53.54.55.56 ; Yoh 8:31-42

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku. (Yoh 8:31)

Penting sekali memupuk relasi pribadi dengan Kristus, menjalin hubungan yang intim dengan Kristus. Dengan demikian, akan ada kuasa aliran Ilahi Yesus yang menjadi sumber kekuatan kita.  Bagaimana mungkin seorang murid akan menjadi baik apabila tidak melakukan apa yang diperintahkan sang Guru?

Firman hari ini mengingatkan dan mengajak kita untuk terus berjalan dalam firman. Melaksanakan firman artinya melakukan apa yang benar di hadapan Allah. Jika manusia hidup dalam kebenaran firman Allah, maka kebenaran itu akan memerdekakannya dari dosa. Apa yang dilakukan oleh Sadrakh, Mesakh, dan Abednego adalah teladan dan kebenaran (Dan. 3:18).

Marilah kita belajar menjadi pelaku-pelaku firman dalam kehidupan. Sebagai orang yang mengimani Kristus, perilaku hidup kita adalah pernyataan iman kita. Jadilah teladan bagi semua orang yang percaya, baik dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Karena iman tanpa perbuatan pada dasarnya adalah mati.

Doa: Bapa di Surga, terimalah persembahan bersahaja kami untuk hidup dalam firman-Mu. Karena kami adalah manusia lemah yang mudah terjebak dalam dosa, kami membuka hati untuk Engkau pimpin agar perbuatan kami seturut dengan kehendak-Mu. (AJS)