Iri Hati

Renungan Selasa 2 April 2019

Bacaan: Yeh. 47:1-9,12Mzm. 46:2-3,5-6,8-9Yoh. 5:1-16

Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat. (Yoh. 5:16)

Hari Sabat merupakan hari yang penting bagi orang Yahudi. Di hari itu seolah-olah kita tidak boleh melakukan segala kegiatan, bahkan termasuk kegiatan kasih seperti yang dilakukan Yesus terhadap orang yang sudah menderita sakit selama 38 tahun.

Para Ahli Taurat dan Orang Farisi iri hati melihat Yesus yang menyembuhkan orang sakit di Hari Sabat. Iri hati selalu berakibat negatif yang akan membuat orang kehilangan pandangan, penghargaan pada orang lain, terutama kasih. Seharusnya perbuatan kasih yang Yesus lakukan itu adalah sesuatu perkara yang baik. Tapi para ahli Taurat dan orang-orang Farisi malah mengecam perbuatan Yesus, dan akan mencelakai Yesus karena dianggap tidak menghargai Hari Sabat.

Saudara terkasih, Yesus adalah Allah, Dia adalah kasih. Dia tahu persis kebutuhan orang, termasuk kebutuhan orang yang menderita sakit ini. Kasih-Nya yang begitu besar tidak bisa dihalangi. Oleh karena itu pandanglah terus kasih Yesus, janganlah kita iri hati, karena ketika kita iri hati, maka kita akan kehilangan pandangan terhadap kasih, sehingga kasih kita pun tidak akan terpancar pada orang lain.

Doa: Tuhan aku persembahkan segala rasa iri hati, agar aku semakin berkenan di hadapan-Mu. Amin. (HFS)