Engkau Telah Menyangkal Aku

Renungan Selasa 16 April 2019

Bacaan: Yes. 49:1-6 ; Mzm. 71:1-2.3-4a.5-6b.15.17 ;  Yoh. 13:21-33.36-38

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali. (Yoh. 13:38b)

Simon Petrus telah menyangkal Yesus tiga kali. Kalimat itu sudah sering kita dengar. Apakah kita juga pernah menyangkal Yesus?

Mari kita pelajari arti kata menyangkal. Menurut KBBI, menyangkal memiliki 3 arti :

  • Mengingkari; tidak mengakui; tidak membenarkan.

Yesus ingin kita memiliki relasi yang dekat dengan-Nya, menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Kita menyangkalnya dengan menomorsatukan kegiatan kita. Kita lebih mengutamakan membaca medsos daripada berdoa. Kita juga baru akan berdoa setelah pekerjaan kita selesai, atau berdoa nanti saja pada saat mau tidur. Kita menunda-nunda dan menjadikan Tuhan sebagai prioritas yang kesekian dalam hidup kita.

  • Membantah; melawan; menentang; menyanggah

Kita menyangkal kehadiran Tuhan dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Ada masalah kita pikul sendiri. Kita mencari jalan keluar sendiri. Kita tidak mengandalkan Tuhan dan bersandar padaNya.

  • Menolak

Yesus meminta kita mengampuni yang bersalah pada kita, bahkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sedang ada seseorang yang salah sedikit saja pada kita, kita sudah tidak bisa mengampuni. Kita menyangkal permintaan Yesus untuk mengampuni sesama.

Ternyata pengertian menyangkal itu sangat mendalam. Menyangkal bukan hanya seperti Simon Petrus yang mengatakan tidak mengenal Yesus, tetapi perilaku kita, tanpa disadari, juga melakukan penyangkalan kepada-Nya.

Mari kita semakin meneliti perilaku kita sehari-hari, apakah kita sudah menjadikan Yesus sebagai pusat hidup kita atau belum. Mari kita menjadi murid yang setia pada Yesus dengan belajar menjadi pelaku firman-Nya.

Doa: Tuhan ampuni kami yang sering jatuh kepada penyangkalan terhadap Engkau. Terima kasih Engkau mengingatkan kami untuk menjadikan-Mu pusat hidup kami, belajar taat dan rendah hati, hanya mengandalkan-Mu, serta belajar menjadi pelaku firman-Mu. Terpujilah Engkau sekarang dan selama-lamanya. Amin. (IDJ)