Beritakan Injil kepada Dunia!

Renungan Sabtu 27 April 2019

Bacaan: Kis. 4:13-21; Mzm. 118:1.14-15a.16a.18.19-21; Mrk. 16:9-15

“Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” (Kis. 4:20)

Beberapa hari yang lalu, saya bersama istri dan anak-anak saya pergi melihat pertunjukkan sirkus di kota kami karena anak-anak kami belum pernah melihat pertunjukkan sirkus sebelumnya. Sepanjang pertunjukan tersebut, anak-anak kami, terutama yang laki-laki, sangat menikmati dan terkagum-kagum dengan atraksi yang ditunjukkan oleh pemain sirkus tersebut. Sepulangnya dari pertunjukkan dia tidak henti-hentinya membahas hal yang dilihat dan dialaminya. Bahkan malam harinya sampai keesokan harinya, setiap bertemu dengan orang lain, seperti orangtua dan saudara-saudara saya, dia akan menceritakan kembali pengalaman yang dirasakan saat melihat pertunjukkan tersebut dengan penuh semangat.

Saudara-saudara terkasih, begitu juga yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes setelah mereka melihat, mendengar dan mengalami kebangkitan Yesus. Mereka dengan penuh semangat dan keberanian terus berbicara untuk memberitakan kabar baik tersebut, walaupun mereka sampai ditangkap, ditahan dan diadili oleh Mahkamah Agama. Ketika mereka diancam dan dilarang untuk berbicara dan mengajar lagi tentang Yesus, mereka tetap berani untuk setia dan taat kepada Yesus dan tetap melakukan perintah-Nya. Yang menjadi kekuatan bagi Petrus dan Yohanes untuk berlaku seperti itu adalah karena mereka telah melihat dan mendengar sendiri mengenai Yesus.

Bagaimanakah dengan diri kita saat ini? Mungkin kita tidak melihat secara langsung kebangkitan Yesus. Tetapi saya yakin bahwa kita semua pasti telah mengalami dan merasakan begitu banyak kebaikan Tuhan dalam hidup kita, dan telah menyaksikan kebaikan-kebaikan Tuhan melalui pengalaman-pengalaman hidup kita. Hanya kadang, karena kita terlalu fokus hanya pada masalah dan persoalan kita sehingga lupa untuk melihat kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Mari kita belajar untuk memiliki hati seorang anak kecil, yang setelah melihat sesuatu yang menyenangkan hatinya, tanpa berpikir panjang dan dengan hati yang tulus murni menceritakan hal tersebut kembali kepada orang lain supaya orang tersebut turut merasakan sukacita yang dia dapatkan. “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (Mzm. 118:1).

Seperti para murid Yesus, pada awalnya mungkin kita memiliki keraguan. Namun dalam bacaan Injil hari ini kita diingatkan selalu akan perintah Tuhan: Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15). Dalam suasana Paskah ini, mari kita teguhkan hati dan iman kita kembali bahwa melalui kebangkitan-Nya kita telah diselamatkan, dan sudah menjadi kewajiban kita untuk terus maju memberitakan kabar baik tersebut.

Doa: Ya Allah Bapa, puji dan syukur karena kebaikan-Mu yang terus-menerus kami alami sepanjang hidup kami. Ajarilah kami untuk terus memiliki hati yang bersyukur kepada-Mu dan ampunilah kami apabila kami mulai meragukan Engkau disaat kami menghadapi pencobaan dan kesulitan-kesulitan dalam hidup kami. Terima kasih Bapa. Semoga dalam suasana Paskah ini kami semakin dapat melihat pengorbanan dan sengsara Yesus untuk menebus dosa kami, dan supaya kebangkitan-Nya menjadikan kami semakin yakin dan percaya untuk terus memberitakan kebenaran Injil dan kabar baik itu kepada dunia. Amin.

(MAR)